Ditjen Vokasi Siapkan ‘Matching Fund’ bagi Industri Kembangkan Game Online

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyiapkan ‘matching fund’ ataua dana padanan bagi industri yang mau kembangkan game online.

“Syaratnya mudah, gandeng sekolah atau perguruan tinggi vokasi dalam prosesnya,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto dalam acara penandatanganan kerja sama dengan PT LX Internasional Indonesia, Asosiasi Game Indonesia, dan Cipta Karsa Adikarya di Jakarta, Rabu (5/1/22).

Wikan menjelaskan, sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan game online tersedia baik di sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi vokasi, seperti politeknik. Prosesnya juga bisa melibatkan perguruan tinggi akademik, seperti program komputer, animasi, desain komunikasi visual (DKV).

“Kita mulai latih dari siswa dan mahasiswa, setelah itu baru guru dan dosennya. Karena game itu perpaduan dari bahasa pemprograman, animasi, ahli sejarah dan ahli sosial,” tuturnya.

Ditambahkan, program matching fund tersedia di SMK Pusat Keunggulan. Dana tersebut diberikan sebesar dana yang diberikan oleh industri. “Komposisinya 1 banding 1. Jika industri siapkan Rp1 miliar, maka kami kasih Rp1 miliar juga,” ucap Wikan.

Pengembangan game online mendapat perhatian, karena potensi pasar di sektor tersebut sangat besar. Diperkirakan angkanya mencapai Rp30 triliun per tahun. Sayangnya, pasar tersebut hingga kini masih dinikmati negara lain.

“Karena itu, saya dukung sekolah maupun perguruan tinggi vokasi yang mau mengembangkan game online. Mulai dari sekarang cari industri yang mau berkolaborasi untuk masuk ke pasar game online,” katanya.

Wikan berharap kerja sama hari in dapat menghasilkan produk pada tahun depan. Jika tidak bisa, maka kerja sama semacam akan buang waktu saja. “Kalau kerja sama berhenti di tanda tangan dan foto-foto, maka sia-sia saja. Kerja sama harus melahirkan sesuatu,” ujarnya.

Jika pasar game online di Indonesia bergairah, maka bukan mustahil investasi yang lebih besar akan masuk ke Indonesia. Saat ini, investasi game di Indonesia setiap tahun hanya sebesar 2 juta dollar. Dari jumlah itu, 60 persen diantaranya dari investasi luar negeri. (Tri Wahyuni)