Ditopang UMKM, FKS Food Optimis Pasar Tepung BOLA Deli Terus Tumbuh

0

JAKARTA (Suara Karya): FKS Food optimis pasar tepung BOLA Deli terus bertumbuh, meski berada di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi covid-19. Pertumbuhan itu lantaran BOLA Deli ditopang oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Meski ekonomi mengalami pelambatan pertumbuhan di awal pandemi, kami optimis BOLA Deli bisa tumbuh di kuartal II/2021 karena ditopang oleh UMKM yang mulai bangkit perlahan,” kata Marketing Manager BOLA Deli, Dwi Rahayu kepada media secara daring, Jumat (17/9/21).

Dwi Rahayu juga menargetkan generasi milenial Indonesia yang semakin besar, sebagai pangsa pasar barunya. Untuk itu, beberapa rencana strategis perusahaan akan dilancarkan, antara lain, memperluas jaringan distribusi hingga ke seluruh Indonesia.

“Upaya pemerintah dalam percepatan vaksinasi di masyarakat, menjadi sinyal bagi perusahaan untuk terus berupaya melayani kebutuhan tepung bahkan hingga luar Jawa,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Dwi, pihaknya terus memastikan agar pasokan tepung ke UMKM tidak terhambat. Mengingat mereka menjadi salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan yang mampu bertahan di masa pandemi.

Kehadiran BOLA Deli di panggung tepung nusantara dengan rangkaian tepung seperti tepung beras, tepung ketan, tapioka, maizena dan gula halus telah dipercaya oleh berbagai pasar kuliner UMKM yang tersebar di Indonesa.

Salah satu trategi BOLA Deli yang membuat produknya mulai dilirik UMKM, setelah mengangkat kembali popularitas jajanan pasar, tetapi dibuat dengan bahan lain agar lebih kekinian. Karena itu, tak heran penjualan BOLA Deli meningkat secara signifikan pada kuartal I/2021.

“Dibawah naungan FKS Food, BOLA Deli kini mulai diperhitungkan dalam industri tepung di Tanah Air,” ucap Dwi Rahayu menandaskan.

Sebagai informasi, BOLA Deli telah mengantongi Halal Certified dan Safety Food Certified (HACCP, ISO 22000:2018, FSSC 22000 V 5) dengan dukungan infrastruktur pabrik yang berstandar internasional.

FKS Food juga memastikan ketersediaan produk-produk BOLA Deli cukup merata di jaringan pasar tradisional, mini market, supermarket, toko bahan kue dan e-commerce.

Guna memodernkan jajanan tradisional Indonesia, Bola Deli sejak tahun 2017 melakukan pelatihan kue-kue tradisional kekinian kepada lebih dari 5 ribu UMKM, baik itu terhadap komunitas-komunitas, pelanggan toko bahan kue dan para pensiunan.

“Kami selama ini sudah melakukan roadshow pelatihan di kota-kota di Jawa dan Lampung, karena ada permintaan dari UMKM luar Jawa. Kami berencana memperkuat cakupan wilayah ke Indonesia Barat dan Timur,” ucap Dwi.

Seperti dikemukakan pelaku UMKM, produksi onde-onde dari Jawa Timur, Iskamto, yang mengaku puas setelah menggunakan tepung ketan dari BOLA Deli. Bukan hanya kualitas produk, tetapi juga harganya yang sangat bersaing.

“Produksi onde-onde kami semakin disukai tak hanya warga Surabaya, tetapi meluas ke wilayah Gresik. Diharapkan, onde-onde buatan kami bisa masuk di kota-kota besar di Indonesia,” tuturnya.

Pernyataan senada dikemukakan pemilik Virgin Bakery, salah satu toko kue ternama di kota Semarang. Sejak berkenalan dengan BOLA Deli pada 2019, produksinya terus meningkat. Karena penggunaan BOLA Deli menunjukkan hasil dan kualitas yang berbeda, dibanding sebelumnya. (Tri Wahyuni)