Ditutup 17 Mei, Kemdikbud Gelar Lomba Tulis Surat untuk Guru dan Siswa

0
Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman. (suarakarya.cp.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Penguatan Pendidikan Karakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Puspeka Kemdikbud) menggelar Lomba Menulis Surat untuk Mendikbud Nadiem Makarim. Lomba tersebut untuk guru dan siswa.

Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman dalam siaran persnya, Kamis (14/5/20) menjelaskan, lomba tersebut mengajak para guru dan siswa untuk berbagi cerita inspiratif selama belajar dari rumah saat bulan Ramadhan di masa pandemi corona virus disease (covid-19).

“Tema lomba kali ini “Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim”. Semoga tulisan yang masuk bisa memberi inspirasi bagi guru dan siswa lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Hendarman menambahkan, lomba menulis surat merupakan bentuk dari penerapan penguatan karakter di kalangan siswa dan guru. Kegiatan itu tak sekadar lomba, tapi juga penerapan penguatan pendidikan karakter bagi guru dan siswa di rumah selama pandemi covid-19.

Penguatan karakter, lanjut Hendarman, terlihat saat siswa dan guru bergotong-royong dan saling toleransi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemi covid-19. Lomba akan berlangsung dalam sepekan, mulai 11 Mei hingga 17 Mei 2020.

“Surat tersebut bisa dikirim melalui email panitia paling lambat 17 Mei 2020 pukul 18.00 WIB,” ucapnya.

Baru satu lomba diumumkan, lanjut Hendarman, ada beberapa surat yang masuk ke email panitia. Kebanyakan dari dari mereka bercerita tentang bagaimana karakter religius yanh ditunjukkan selama bulan Ramadhan di tengah pandemi covid-19.

“Ada satu surat yang bercerita tentang solusi inspirasi untuk tidak menjalankan ritual mudik guna menekan penularan covid-19 bagi para sanak saudara di desa,” tuturnya.

Ditambahkan, ada dua pemenang yang akan dipilik baik untuk kelompok guru maupun siswa. Cerita yang paling menginspirasi akan dapat kesempatan untuk bertemu dan berbincang langsung dengan Mendikbud Nadiem Makarim, setelah pandemi covid-19 selesai.

Disebutkan syarat peserta lomba adalah guru dan siswa dari semua jenjang di Indonesia. Isi surat tentang pengalaman mengajar dan belajar selama Ramadhan di tengah pandemi covid-19 yang harus memasukkan unsur gotong royong dan toleransi.

“Setiap peserta hanya dapat mengirim satu surat kepada Mendikbud. Surat harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan politik. Surat juga harus orisinil atau tidak plagiat,” katanya menegaskan.

Ditambahkan, panjang surat maksimal 250 kata atau maksimal 1 (satu) lembar kertas ukuran A4. Peserta harus mencantumkan dua nomor telepon yang bisa dihubungi, identitas diri (foto KTP/foto KTP orang tua atau wali murid) dan foto peserta dengan ukuran maksimal 1 (satu) MB.

“Surat dikirimkan dengan format, yaitu (Nama)_(Guru/Murid)_(Asal Sekolah)_(Kota). Surat dikirim ke email cerdasberkarakter@kemdikbud.go.id,” katanya.

Selain itu, lanjut Hendarman, peserta boleh menulis surat dengan tulisan tangan. Surat tersebut difoto lalu kirim kewhatsapp dengan nomor 0822 9777 7058 (untuk guru) dan 0856 9777 7058 (untuk murid). Pengumuman sayembara dapat diketahui melalui laman www.Kemdikbud.go.id. (***)