Ditutup 28 Mei, Mendikbudristek Ajak Mahasiswa Daftar PMM Angkatan 2!

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengajak mahasiswa semester 2,4 dan 6 untuk ikut Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan kedua.

Pendaftaran program dibuka sejak Jumat (13/5/22) hingga ditutup pada 28 Mei 2022 melalui laman program-pmm.id. Jika lolos seleksi, peserta akan ikuti program saat duduk di semester 3, 5, dan 7. Program akan berlangsung selama satu semester atau lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2022.

“Peserta program akan kuliah 20 SKS di perguruan tinggi penerima. Kami juga memberi kesempatan untuk mengambil kuliah 6 SKS di perguruan tinggi pengirim secara daring,” kata Nadiem dalam acara sosialisasi PMM angkatan ke-2 secara daring, Rabu (11/5/22).

Dijelaskan, Program PMM merupakan salah satu program unggulan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemdikbudristek. Karena mahasiswa dapat menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan di luar perguruan tinggi (PT) asal.

Program PMM angkatan pertama pada 2021 diikuti 11.464 mahasiswa dari 215 perguruan tinggi penerima atau pengirim. Target PPM angkatan 2 sebanyak 16 ribu mahasiswa, yang dapat memilih satu perguruan tinggi dari 194 perguruan tinggi penerima.

“Berbeda dari tahun lalu, mahasiswa kini dapat memilih perguruan tinggi tempat mereka akan beraktivitas. Mahasiswa juga bisa pilih program, mata kuliah dan perguruan tingginya,” ucap Mendikbudristek.

Selain itu, lanjut Kepala Program PMM 2, Rachmawan Budiarto, PMM 2 hanya bisa diikuti mahasiswa yang belum pernah ikut PMM 1 dan tidak terdaftar aktif dalam Program Kampus Merdeka lainnya. Mahasiswa harus berstatus aktif dan terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

“Mahasiswa yang berminat ikut PMM kedua harus duduk di semester 2,4 dan 6 sampai periode pendaftaran. Karena interaksi program akan berjalan pada semester 3, 5, dan 7,” ucap Rachmawan.

Persyaratan baku bagi calon pendaftar, selain memiliki surat izin dari PT pengirim; juga telah mendapat izin dari orangtua atau wali untuk ikut PMM 2; memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75; tidak pernah kena sanksi akademik dan nonakademik saat periode pendaftaran; bersedia mentaati seluruh ketentuan PMM 2; dan bersedia menerima konsekuensi atas pelanggaran terhadap ketentuan PMM 2.

Calon pendaftar adalah mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), memiliki atau bersedia membuat rekening aktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau Bank Syariah Indonesia (BSI), telah menerima minimum 2 dosis vaksin covid-19, dan diutamakan memiliki asuransi kesehatan yang aktif, seperti BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Nama mahasiswa yang lolos seleksi PMM 2 akan diumumkan pada Juni mendatang. Mereka akan ikut pembekalan pada Juli, sebelum pembelajaran di perguruan tinggi penerima yang mulai pada Agustus 2022,” tuturnya.

Rachmawan mendorong seluruh mahasiswa calon pendaftar PMM 2 untuk dapat mencermati informasi terkait program PPM 2 yang tersedia di laman resmi PMM, yakni program-pmm.id sejak tl28 April lalu. Ia berharap, mahasiswa dapat aktif berkomunikasi dengan perguruan tinggi masing-masing sebelum melakukan pendaftaran PMM 2.

“Mohon bersikap aktif atau berkomunikasi lebih dulu dengan perguruan tinggi masing-masing,” ucap Rachmawan menandaskan. (Tri Wahyuni)