Diumumkan Hari Ini, 168.742 Peserta Lolos SBMPTN 2019

0

JAKARTA (Suara Karya): Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) tahun ini meloloskan 168.742 peserta. Jumlah itu hanya 23,61 persen dari total peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) pada 13 April-26 Mei 2019 yang mencakup 24 sesi ujian.

“Tahun ini UTBK diikuti 714.625 peserta, namun mereka diterima hanya 168.742 yang tersebar di 85 PTN. Dari jumlah itu, penerima beasiswa Bidikmisi ada 48.965 peserta,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam penjelasan kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Nasir dalam kesempatan itu didampingi Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Kadarsah Suryadi, Sekjen Kemristekdikti, Ainun Naim dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ismunandar.

Pengumuman nama peserta SBMPTN 2019 yang lolos seleksi dapat dilihat di laman resmi SBMPTN pada hari ini, Selasa (9/7/2019) mulai pukul 15.00 WIB.

Menristekdikti menjelaskan, tahun ini pelaksanaan SBMPTN berbeda dibanding tahun lalu. Peserta harus mengikuti UTBK satu kali selama periode 13 April hingga 26 Mei 2019. Selesai ujian, peserta bisa langsung mengantongi nilainya. Peserta boleh ikut UTBK sebanyak 2 kali.

“Dari nilai itu, peserta bisa lebih rasional dalam memilih. Menyesuaikan diri antara nilai yang didapat dengan rangking PTN yang dipilih,” ujarnya.

Nasir memuji sistem baru pelaksanaan SBMPTN 2019. Sistem itu mampu menekan upaya perjokian dan potensi kecurangan lainnya. “Dalam seleksi ini, kami mencari potensi mahasiswa terbaik. Tak hanya dilihat nilainya, tapi juga potensi skolastik dan akademik. Agar anak bisa mengikuti perkuliahan sesuai dengan minat dan kemampuan,” ujarnya.

Sikap yang makin rasional dari peserta SBMPTN tahun ini juga disampaikan Ketua LTMPT, Ravik Karsidi. Hal itu terlihat dari pilihan perguruan tinggi yang tak lagi didominasi oleh tiga besar seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), seperti di masa lalu.

Disebutkan, 10 PTN dengan peminat terbanyak adalah ke Universitas Brawijaya, Universitas Negeri 11 Maret Solo (UNS), Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Sumatera Utara.

Namun, lanjut Ravik, pemilik nilai rerata tertinggi memiliki kepercayaan diri untuk mendaftar ke PTN papan atas. Disebutkan 10 PTN dengan nilai rerata diterima tertinggi untuk program studi sains dan teknologi adalah ITB, UI, UGM, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), Unpad Bandung, Undip Semarang, Unair, IPB, UNS, Universitas Pembangunan Nasionan “Veteran” Jakarta.

Sementara itu 10 PTN dengan nilai rerata diterima tertinggi untuk prodi sosial humaniora yaitu UI, ITB, UGM, ITS, Undip, Unpad, Unair, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Universitas Brawijaya dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Peserta disabilitas yang diterima SBMPTN 2019 ada 364 peserta dari 2.047 pendaftar atau 17 persen. Rinciannya yaitu tunanetra sebanyak 13 orang, tunarungu 171 orang, tunawicara 166 dan tunadaksa ada 14 orang. Sementara itu, pendaftar Paket C yang diterima ada 209 peserta dari 1.243 pendaftar. (Tri Wahyuni)