Suara Karya

Dokter Alumni SMAN 8 Jakarta Kemas Halalbihalal dengan Tausyiah dan Talkshow

JAKARTA (Suara Karya): Kebiasaan halalbiahalal rutin dilakukan banyak kalangan di Tanah Air, baik masyarakat yang bekerja di kantor pemerintahan, swasta, perguruan tinggi, sekolah, alumni sekolah-kampus, komunitas, dan perkumpulan lain. Termasuk komunitas alumni SMAN 8 Jakarta atau Smandel yang berprofesi sebagai dokter alias Dokter Alumni Smandel (DAS).

Halalbihalal DAS yang diselenggarakan di Sasana Krida, SMAN 8 Jakarta, Minggu (06/05/2024) ini boleh dibilang komplet. Ada tausyiah agama oleh dokter, talkshow soal bahaya demam berdarah, dan juga perbincangan soal bagaimana para dokter mesti mengelola keuangan mereka.

Dalam acara halalbihalal ini tidak hanya anggota DAS yang hadir tapi ikut diundang guru, wakil kepala sekolah, komunitas yang ada di Smandel, dan juga wakil dari Ikatan Alumni Smandel (IAS). Dengan demikian, ajang ini jadi silaturahmi keluarga besar Smandel.

Ketua DAS, dr Herry Nursetiyanto dalam sambutannya mengatakan, diakhir bulan Syawal tahun ini, DAS telah mengadakan halalbihalal yang ke 3 . “Saya merasa terharu sekaligus berbahagia karena dari tahun ketahun semakin banyak yang bisa hadir bertatap muka dan bersilaturahmi di acara halalbihalal DAS guna meningkatkan persaudaraan dan keakrapan diantara kita yang saat ini anggotanya 517 orang dan terus bertambah,” ujarnya.

Dikemukakan dr. Herry, sejak awal terbentuk pada 21 November 2021, tepatnya di masa pandemi Covid-19, DAS bertujuan untuk menyatukan potensi para alumni smandel yamg berprofesi sebagai dokter dan memiliki peran dan posisi penting di tempat masing-masing untuk dimanfaatkan bagi kepentingan anggota, keluarga besar Smandel dan masyarakat umum ditengah polemik khusunya masalah dunia kedokteran dan kesehatan di Indonesia.

Organisasi DAS lanjut dr. Herry, adalah wadah yang secara legal memiliki SK Kemkumham,dan berusaha menjadi rumah besar bagi semua anggotanya, dan hari ini yang sudah mengisi data lengkap di Website DAS dapat memperoleh kartu anggota DAS berupa e money kerja sama dengan Bank Mandiri yang unik.

“Dalam proses tumbuhkembang untuk menjadi suatu organisasi yang matang kami sangat memerlukan peran serta aktif anggota. Jangan tanya apa yang bisa kita dapatkan dari DAS tapi tanyakan apa yang bisa kita berikan kepada DAS yang bermanfaat bagi semua,” papar Herry..

Serius tapi Santai

Selain silaturahmi, acara tausyiah dan juga talkshow menarik hadirin, sehingga banyak pertanyaan yang muncul dari peserta, baik saat dokter Kiki menyampaikan materi tausyiah soal perilaku kita pasca Idul Fitri, maupun pada saat diskusi kesehatan tentang vaksinasi dengue oleh Prof.Erni Juwita Nelwan, PhD, anggota DAS.

Dengan gaya santai dan menarik, Erni Juwita menceritakan bagimana dunia pernyamukan dan bagaimana nyamuk menghisap darah manusia lalu menularkan penyakit yang kita sebut demam berdarah.

Sesi terakhir diskusi yang tak kalah menarik adalah topik nonmedis berupa financial planning bagi dokter, yang disampaikan alumni yakni Indra Prakoso, SE dan Deddy Armando, SE. Pada diskusi ini, peserta juga aktif bertanya.

Dalam acara halalbihalal ini, DAS juga memaparkan ide besar untuk membangun suatu rencana besar bernama “DAS Senior Living Care”. Paparan ini disamapaikan Penasehat DAS, Brigjen TNI dr Dewi Puspitorini, Sp.P. MARS, M.H dan dibantu dokter Eka.

Diakhir acara halalbihalal, DAS membagikan hadiah door price yang menarik, mulai logam mulia, tiket Jakarta-Sinapura PP, maupun hadiah lainnya. (Pram)

Related posts