Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Rawat Silat Sebagai Budaya Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): “Dompet Dhuafa” mengajak masyarakat melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

“Mari kita rawat pencak silat sebagai budaya bangsa yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” kata Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Madjidi, pada acara pentas dan peluncuran buku The Power of Silat, di DMall Depok, Sabtu (4/1/2019).

Tokoh pencak silat internasional Mayjen TNI (Purn) Dr Eddie M Nalapraya mengapresiasi Dompet Dhuafa yang turut mengembangkan pencak silat. Ia juga mengapresiasi buku The Power of Silat yang ditulis Herman Budianto, Ketua Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa.

Eddie mengungkapkan, silat adalah untuk kehidupan. Pencak silat bukan untuk beladiri tapi untuk kehidupan, untuk menjaga ahlak yang baik. Silat juga untuk beladiri dan kesehatan. Ketiga, silat untuk kesejahteraan.

“Dalam silat ada aspek keamanan dan kesejahteraan, Ini bisa menjadi ketahanan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Kini sudah ada 70 negara yang menggemari silat. “Dan silat sudah diakui oleh badan dunia Unesco. Kita harus kembangkan,” tegas Eddie yang juga guru besar silat Indonesia.

Ia mengajak generasi muda serta pemuda belajar dan mencintai budaya silat, baik melalui buku-buku maupun media sosial seperti Youtube.

“Coba buka di Youtube ada Ksatria Bangsa, dan perjalanan silat menuju Unesco,” jelas Eddie.

SementarabHerman Budianto menjelaskan, Dompet Dhuafa mendorong dan melestarikan silat melalui Kampung Silat Jampang.

“Kami melalui Dompet Dhuafa memiliki keprihatinan terhadap pengembangan silat,” ucapnya.

Pada 2008 ia mengumpulkan para guru silat untuk mengembangkan silat. “Kami tidak ingin silat mati obor, gurunya meninggal silat turut mati,” tandasnya.

Buku The Power of Silat untuk mengajak masyarakat agar silat memberikan manfaat. Pencak silat memberikan dampak positif dalam kehidupan.

Seperti diketahui, Dompet Dhuafa sudah 26 tahun berkiprah, adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. (indra dh)