Dongkrak Kompetensi Guru, Diluncurkan Platform Merdeka Mengajar

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Platform Merdeka Belajar, yang akan jadi panduan bagi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Jika diterapkan dengan benar, paket tersebut tak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mendongkrak kompetensi guru.

“Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka,” kata Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar, secara daring, Jumat (11/2/22).

Platform Merdeka Mengajar adalah platform edukasi yang dapat menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila. Platform Merdeka Mengajar memiliki tiga fungsi, yaitu membantu guru dalam mengajar, belajar dan berkarya.

Guna mendukung guru mengajar, Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai Kurikulum Merdeka. Saat ini tersedia lebih dari 2.000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka.

“Platform itu akan membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi secara cepat, sehingga hal itu dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai tahapan pencapaian dan perkembangan peserta didik,” ujarnya.

Panduan implementasi Kurikulum Merdeka dan modul-modul pelatihan disediakan dalam flash disk bagi satuan pendidikan dan pendidik yang kesulitan mengakses internet.

Platform Merdeka Mengajar juga memberi kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya, kapan pun dan di mana pun.

“Guru dapat materi pelatihan berkualitas dengan cara mengaksesnya secara mandiri. Melalui video inspirasi, guru bisa mendapar beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas,” tuturnya.

Selain itu, Platform Merdeka Mengajar juga mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Guru dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi melalui Bukti Karya Saya.

Dalam menciptakan ekosistem kolaboratif dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, Platform Merdeka Mengajar menggunakan Content Crowdsourcing, di mana pengembangan konten berbasis kontribusi dapat dilakukan oleh semua pihak.

“Kita ingin platform ini hidup menjadi ekosistemnya sendiri. Karena itu, komponen terpenting dari platform ini adalah crowdsourcing,” ungkapnya.

Guru juga dapat saling belajar dan berbagi melalui Komunitas Belajar Daring yang terdapat di dalam Platform Merdeka Mengajar. Dengan demikian, konten pembelajaran yang digunakan guru semakin beragam dan menarik.

“Kunci kemajuan pendidikan ada pada guru. Karena itu, penting bagi guru untuk mengembangkan diri dan saling membantu pengembangan kompetensi bersama teman sejawat,” ucap Nadiem.

Platform Merdeka Mengajar juga bertujuan menciptakan iklim kerja yang positif melalui Jejaring Profesi Guru serta Perencanaan dan Kemajuan Karier. Platform itu menjadi wadah bagi guru untuk menampilkan profil, pengalaman, dan keterampilan profesional, serta mengembangkan portofolio dan kompetensinya.

“Platform itu juga bisa menjadi CV digital. Inilah kesempatan bagi guru untuk membuat ‘public portofolio’,” katanya.

Guru SMP Negeri 2 Temanggung, Jawa Tengah, Joko Prasetyo mengakui, Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar dapat membantu guru dalam mengajar.

“Mari jadi bagian dari perubahan untuk membuat pendidikan Indonesia menjadi lebih baik di masa learning loss ini. Kita dukung Kemdikbudristek dengan menerapkan Kurikulum Merdeka dab Platform Merdeka Mengajar untuk berkolaborasi dan menginspirasi,” ajak Joko Prasetyo

Hal senada dikemukakan Stevani Anggia Putri, guru kelas di SDN 005 Sekupang Kota Batam. Adanya Platform Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka, membuat banyak perubahan di sekolahnya. Sehingga ia memiliki kesempatan untuk tahu minat, bakat, kebutuhan dan kemampuan siswa.

Sebagai informasi, Platform Merdeka Mengajar dibuat hasil kolaborasi dengan PT Telkom Indonesia. Apresiasi diberikan kepada 21 mitra institusi dan 47 mitra individu yang bersemangat dalam memperkaya konten perangkat ajar.

Nadiem mengajak mitra komunitas dan organisasi pendidikan lainnya yang ingin berpartisipasi dalam Platform Merdeka Mengajar untuk mengisi tautan https://bit.ly/MM-MITRA.

“Untuk itu, Kemendikbudristek mengajak semua pihak untuk bergerak bersama mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia,” ujarnya. (Tri Wahyuni)