Dorong Bela Negara, LLDikti Wilayah III Jakarta Luncurkan PMM-PKBN

0

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta meluncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, dengan muatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PMM-PKBN) melalui berbagai jalur profesi.

“Mari kita bentuk semangat bela negara melalui kegiatan yang mengedepankan gotong royong di lingkungan pendidikan tinggi,” kata Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani usai menutup acara Pembekalan Fasilitator PMM-PKBN di Bogor, Rabu (10/8/22).

Paris menjelaskan, Program PMM-PKBN merujuk pada kebijakan Kampus Merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Program tersebut diharapkan meningkatkan indikator kinerja perguruan tinggi untuk memajukan sistem pendidikan di Tanah Air.

“Salah satunya melakukan pertukaran mahasiswa antar perguruan tinggi. Program tersebut untuk menambah wawasan dosen dan mahasiswa tentang kebhinekaan dengan jalinan kerja sama melalui konsorsium antar perguruan tinggi,” ujarnya.

Upaya pemulihan pascapandemi, sektor pendidikan sedang berjuang di era kemajuan teknologi dan informasi. Begitu pun kecintaan kepada Tanah Air, nasionalisme dan bela negara. Karena tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia semakin kuat.

“Wujud konkret bela negara ditumbuhkan melalui kegiatan sehari-hari, seperti belajar, membantu sesama manusia, hingga pekerjaan yang ditekuni demi menjaga keamanan lingkungan serta membangun Indonesia yang lebih baik,” tutur Paris.

Semangat bela negara itu tertuang dalam Kesepakatan Bersama Kementerian Pertahanan Nomor Mou/2/M//V/2021 dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No II/V/NK/2021 tertanggal 7 Mei 2021. Komitmen itu kemudian diimplementasikan LLDikti Wilayah III, yang merupakan satuan kerja Kemdikbudristek.

Program PMM akan menjadi unggulan karena memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan perguruan tinggi asal.

Hal itu akan tercipta ruang jumpa antara mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia melalui kegiatan yang bersifat akademik maupun non-akademik.

“Program PMM akan membentuk sosok pelajar Pancasila dan calon pemimpin masa depan. PMM juga membuka kesempatan antar mahasiswa dan antar perguruan tinggi untuk saling berkolaborasi,” ucap Paris.

Sebagai fasilitator peningkatan mutu perguruan tinggi di Jakarta, LLDikti Wilayah III menggandeng Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemenhan) untuk sinergikan PMM dengan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).

“PMM-PKBN menjadi program sinergi baru antara Kemdikbudristek dan Kemenhan untuk membangun daya tangkal bangsa, agar memiliki karakter dan sikap rasa cinta Tanah Air, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara,” katanya.

Dalam PMM-PKBN, mahasiswa mendapat 5 modul pelatihan, yaitu rtificial intellegence (AI), data science, cyber security, communication specialist, dan web programming. Pelatihan dilakukan oleh dosen yang mumpuni dalam IT dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta.

Perguruan mitra tersebut, antara lain, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Bina Nusantara, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Bina Sarana Informatika, serta Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR.

Output dari program PMM-PKBN, disebutkan, mahasiswa dapat Satuan Kredit Semester (SKS) setara 20 SKS, mendapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi dari perguruan tinggi yang ditunjuk, serta sertifikat Bela Negara dari Badiklat Kemenhan yang dapat meningkatkan daya saing.

Paris meyakini informasi dan komunikasi saat ini sudah menjadi bagian dari infrastruktur pembangunan suatu bangsa yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan

“Bela negara tak selalu identik dengan pendidikan militer. Misalkan bidang keamanan siber. Karena saat ini kemungkinan terjadi serangan di dunia maya yang menjadi tren baru perang modern abad 21,” kata Paris menandaskan. (Tri Wahyuni)