Dra. Tjut Etty Retnowati, M.Pd.
Dosen dan Mahasiswa Prodi Musik UNJ Mengajarkan Teknik Vokal di SDN Gunung Geulis 02 Kab. Bogor

0

JAKARTA (Suara Karya) : Keterbatasan keahlian atau kurangnya perhatian sekolah terhadap wilayah seni membuat siswa-siswi tidak mempunyai kesempatan tampil didepan publik. Diantaranya, saat kegiatan FLS2N yang rutin diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai luaran kemampuan seni siswa.

“Hal ini yang menjadi pemicu Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik UNJ yang diwakili Angga Sopian melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk kepedulian dan konsep berbagi ilmu kepada sesama, ” tegas Dosen UNJ, Dra. Tjut Etty Retnowati, M.Pd di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, SDN Gunung Geulis 02 di Jl. Bukit Pelangi Raya Kp. Bojong Honje, Kecamatan Sukaraja, Kab. Bogor, Jawa Barat dipilih berdasarkan observasi awal yang dilakukan Dosen Prodi Pendidikan Musik FBS UNJ.

SDN Gunung Geulis 02 terletak di Jl. Bukit Pelangi Raya Kp. Bojong Honje, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Luas tanah SDN Gunung Geulis 02 tersebut adalah 1850 m2 dan Pemerintah Daerah sebagai pemilik tanah tersebut.

Menurutnya, SDN Gunung Geulis 02 dengan luas 1.850 m2 merupakan milik pemerintah daerah terdapat 9 Guru/Tenaga Pendidik dan siswa Laki-laki berjumlah 125 orang serta 115 perempuan.

Adapun target luaran yang akan dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan baru bagi mereka dalam pembelajaran vokal dengan materi teknik vokal dasar individu.

Dengan adanya pelatihan ini katanya, akan menambah wawasan baru terhadap peserta didik tentang teknik vokal. Ada beberapa capaian dalam hal materi yang akan dituju diantaranya, pengetahuan dasar pernafasan, pengetahuan tentang artikulasi, dan pengkalimatan lagu yang dirasa peserta didik belum banyak mengetahui hal tersebut karena keterbatasan sumber daya di sekolah.

Analisis

Dalam pengabdian ini Dosen dan mahasiswa membagi menjadi tiga tahapan diantaranya, pertama Pra Kegiatan, Dalam pelatihan vokal di SDN 02 Gunung Geulis. Dengan begitu, direncanakan tahap pra kegiatan sebelum dilakukan pelatihan vokal antara lain, Observasi, orientasi Identifikasi peserta berdasarkan usia, jumlah, pembagian kelompok dan pemilihan materi vokal.

“Beberapa tahapan tersebut sebagai identifikasi awal mendapatkan dan merencanakan materi yang dibuat dalam pelatihan vokal di SDN 02 Gunung Geulis, ” jelas Tjut Etty Retnowati.

Hal kedua katanya, dengan melaksanakan kegiatan berdasarkan hasil analisis pada pra kegiatan maka disusunlah rencana kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan di mulai dari materi dan metode pelakasanaan yang sesuai.

Dia melanjutkan, metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah menggunakan paparan materi dan diskusi serta dilakukan praktek dan simulasi yang akan di damping oleh tim.

Terakhir yaitu tahapan paska kegiatan meliputi kegiatan penyampaian materi dan simulasi pemanduan lapangan peserta akan di evaluasi oleh tim. Evaluasi ini di buat sebanyak 2 kali yaitu setelah pemyampaian materi teoritik dan praktik.

Adapun evaluasi tahap pertama ini adalah dengan mengisi lembar evaluasi yang telah di buat. Setelah itu evaluasi yang kedua adalah terkait dengan keterampilan para siswa dan relawan dengan memberikan praktik mandiri. Setelah evaluasi tersebut maka akan di lanjutkan dengan uji keterampilan secara sederhana guna mengukur tingkat keberhasilan pelatihan.

Dari pelaksanaan pelatihan vokal di SDN 02 Gunung Geulis paparnya, ada beberapa hal yang menjadi tugas bersama agar program-program pengabdian berdampak langsung bagi peserta, serta berkelanjutan yang baik. Secara proses pelatihan kemarin peserta terlihat antusias terlepas dari segala kekurangan dari teknik bernyanyi kelompok.

Dalam pelatihan ini juga dirasa sangat kekurangan waktu, sebab dunia praktik tidak mungkin dapat mahair dalam hitungan jam. Karena dunia praktik sangat memerlukan momentum latihan. Hal yang perlu dipikirkan adalah pasca pelatihan, bagaimana peserta bisa mengembangkan diri dengan materi yang telah diberikan saat pelatihan.

Untuk itu peneliti dalam wilayah pengabdian perlu memikirkan suatu metode atau sebuah sistem yang baik bagaimana pasca pelatihan (P2M). “Peserta dapat mengembangkan dirinya dengan bekal yang cukup. Untuk itu perlu adanya penelitian lanjutan mengenai metode atau strategi dalam bentuk apapun setelah pasca pelatihan, ” Harapnya. (Warso)