Dosen dan Penulis Buku Rusman Latif : Jurnalistik Kini Alami Perubahan dan Adaptasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Dosen dan penulis buku, Rusman Latief, menyatakan bahwa jurnalistik kini mengalami perubahan dan adaptasi, disebut jurnalistik sinematografi alasannya prosedur produksinya mengikuti tahapan kerja jurnalistik, kemudian proses produksinya menggunakan pendekatan sinematografi.

Hal itu dikatakan Rusman dalam bedah buku dan Kuliah Umum: Jurnalistik Sinematografi, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila (UP), melalui zoom, Rabu (8/12/2021).

Buku karya Rusman berjudul “Jurnalistik Sinematografi” ini membahas tentang karya audiovisual hybrid yang mengandung unsur informasi dan hiburan terutama dalam proses desain konten dan kemasan produksi yang berorientasi pada nilai edukasi, informasi, berita, estetika, seni, etik, dan hiburan.

Acara ini, dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIkom UP, Muhamad Rosit, dengan narasumber dan penulis buku Jurnalistik Sinematografi Rusman Latief, Jufri Alkatiri sebagai pembahas, serta Joko Utomo Hadibroto sebagai Moderator.

Kegiatan ini dihadari oleh semua mahasiswa Fikom UP, Mahasiswa dari berbagai kampus dan Masyarakat Umum. Kegiatan Kuliah Umum Reguler Khusus merupakan program yang dilakukan di setiap semester.

Kegiatan ini dikhususkan bagi mahasiswa Reguler Khusus (Regsus) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila (FIKom UP). Kegiatan ini bermaksud untuk menambahkan pengetahuan dan pengalaman yang berguna untuk para mahasiswa dari seorang pakar dari dalam atau luar kampus. Pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2021-2022.

Sementara Pembahas pada kegiatan kuliah umum dan bedah buku ini, Jufri Al Katiri menyatakan bahwa kegiatan jurnalistik murni dan mengikuti tahapan kerja jurnalistik mulai dari mencari, mengumpulkan, memilih, menulis dan memublikasikan sebuah fakta dan data.

Bedah buku dan kuliah umum dengan tema ini diadakan, juga untuk mendukung tugas akhir nonskripsi atau Tugas Akhir Karya di FIKom UP yang mulai diterapkan pada semester gasal ini 2021-2022, sehingga untuk menyelesaikan tugas akhir tidak hanya membuat karya ilmiah (skripsi) saja, namun mahasiswa bisa juga menciptakan beberapa karya seperti film dokumenter, iklan layanan masyarakat, film pendek dan lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dijadikan sebagai pembekalan mahasiswa yang ini mengambil tugas akhir non skripsi. (Pramuji)