Dosen Prodi Pendidikan Musik UNJ Berikan Pelatihan Bagi Karyawan PT Jeevesindo Gemilang

0

JAKARTA (Suara Karya) : Menurunnya kinerja akibat masa pandemi Covid-19 memberikan efek tersendiri baik bagi karyawan maupun perusahaan ditempat bekerja. Akibat kendala itu perlu mendapatkan perhatian khusus dan solusi bagi berlangsungnya perusahaan, terutama emosional pekerja.

Meningkatkan musikalitas setidaknya bisa mewadahi para karyawan yang mempunyai hobi bernyanyi. Pelatihan Musik yang difokuskan pada kegiatan bernyanyi diikuti dengan penuh semangat oleh 15 karyawan Jeeves. PT Jeevesindo Gemilang yang bergerak dalam bidang Dry Cleaners yang berpusat di London, UK, dengan President Director Ibu Melyana Tjahyadikarta.

Hal itu pula yang membuat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai institusi juga bergerak untuk melakukan perubahan dari demotivasi menuju motivasi serta sebagai pemenuhan Pendidikan untuk setiap peserta. Prodi Pendidikan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta merasa terpanggil untuk memenuhi permintaan/kecenderungan masyarakat berupa pelatihan musik sebagai media pemulihan tersebut yang dilakukan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

“Adapun metode yang ditempuh dalam PKM mewujudkan pelatihan musik secara baik dan benar serta didukung materi yang bisa digunakan melalui daring,”ujar Kaprodi Pendidikan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta, Rien Safrina, M.A. di Jakarta, kemarin.

Rien Safrina yang juga ketua PKM mengatakan, pelaksanaan pelatihan bagi karyawan PT Jeevesindo Gemilang dilakukan secara jaringan atau online. Mengingat pemerintah memperpanjang kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurutnya, dalam pelatihan Music Vokal ini juga melibatkan mahasiswa UNJ yaitu Rizky Fauzy Ananda, dan Satria M Kusumah. Mereka membantu melakukan editing audio dan video hasil pelatihan.

Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 25 Agustus 2021 sampai 8 September 2021. Selama 8 kali pelatihan karyawan mengikutinya dengan penuh semangat. Namun, karena kondisi karyawan yang harus siap siaga melayani pelanggan, seperti ada karyawan pada waktu pelatihan “wara-wiri” membagi waktunya antara pelatihan dan melayani pelanggan.

Langkah-langkah kegiatan itu di mulai dengan memberikan kebebasan bernyanyi diawal pertemuan. Langkah ini merupakan sebuah strategi dalam pelatihan sebelum peneliti mengetahui kemampuan musikal serta bernyanyi para karyawan PT Jeevesindo Gemilang.

Selain untuk mengetahui langkah awal ini juga sebagai stimulus penurunan tingkat kejenuhan dan kecemasan karyawan dalam kondisi pandemi covid-19. Dari 12 karyawan yang hadir pada pertemuan pertama, mereka semua diharuskan menyanyikan lagu apapun didepan seluruh yang hadir di zoom.

Kegiatan awal ini setidaknya cukup memberikan kesegaran baru dalam dunia keseharian mereka dan membantu menurunkan tingkat kecemasan dan kejenuhan yang mereka alami. Kejadian lucu dan tak terduga selalu terjadi pada ruang zoom dipertemuan pertama ini.

Dari karyawan yang tidak pernah bernyanyi sampai karyawan yang bakat bernyanyi paparnya, sudah tertanam dan terlihat pada pertemuan itu. Langkah membebaskan mereka bernyanyi apapun setidaknya sebagai pintu gerbang untuk melihat kemampuan musikal mereka terutama dalam bernyanyi.

Pada kesempatan yang sama Dr. Caecilia Hardiarini, anggota tim PKM Musik UNJ mengatakan, langkah berikutnya menjelaskan Postur atau sikap dalam bernyanyi. Karena ini sangat penting diketahui oleh para peserta, agar mereka dapat bernyanyi dengan rileks. “Posisi badan yang tegang akan menyebabkan keletihan setelah bernyanyi. Tiga keuntungan bila kita bernyanyi dengan postur yang tepat, pertama dalam bernapas kita akan lebih mudah; kedua, ketegangan akan berkurang, dan ketiga, bernyanyi menjadi tidak begitu melelahkan,”paparnya.

Postur tubuh yang benar katanya, mengangkat tulang rusuk, memungkinkan paru-paru berkembang lebih besar dan mengontrol pernapasan lebih baik. Tanpa postur yang tepat, otot-otot yang mempengaruhi produksi suara harus bekerja keras untuk mempertahankan posisi badan.

Hal ini dapat menurunkan kualitas suara. Selain itu, penyanyi yang kurang memperhatikan postur akan lebih mudah lelah karena menghabiskan tenaga untuk menjaga keseimbangan waktu bernyanyi. Bahkan penyanyi professional pun kadang-kadang masih harus diingatkan untuk memperhatikan posturnya waktu bernyanyi.

Pada pelatihan ini, dari 15 karyawan sebagian besar mereka melakukan kesalahan dalam sikap bernyanyi yang benar. Sikap tidak relaks, tegang, jelas terlihat dari hampir sebagian besar peserta tidak tepat membidik nada dalam bernyanyi. Sehingga pada pelatihan ini pertama lebih mengarahkan peserta secara detail melakukan postur atau sikap bernyanyi yang baik dan benar.

Dari pelatihan ini sebagian peserta yang melakukan kesalahan dalam bernyanyi terutama masalah sikap bernyanyi mengerti dan mereka melakukan perbaikan dalam sikap bernyanyinya, memang tidak mungkin dalam waktu yang sangat cepat, namun yang lebih penting mereka mengerti apa kesalahan yang mereka lakukan dalam bernyanyi, sehingga perlu diperbaiki.

Beberapa contoh pemanasan sebelum melakukan aktifitas bernyanyi bisa melakukan seperti berdiri dengan kaki direnggangkan, satu kaki sedikit akan ke depan. Lutut agak dibengkokkan untuk memastikan kelenturannya. Bila anda merasa ada ketegangan di kaki, gerakan kaki seperti ingin menendang berkali-kali.

Angkat tangan anda lurus ke atas, kemudian gerakkan ke kanan dan ke kiri. Turunkan tangan ke samping tubuh, kemudian gerakkan badan ke kanan dan ke kiri. Angkat bahu anda, putar ke depan dan ke belakang. Bungkukkan badan ke depan dengan tangan menjuntai ke bawah dengan rileks. Bahu juga harus terasa rileks. Kemudian tegakkan badan dengan perlahan-lahan. Dalam kondisi pelatihan secara virtual ini sedikit mengalami kesulitan karena posisi mereka diberbagai tempat dan situasi, sehingga contoh gerakan ini direkam menjadi video untuk dipelajari masing-masing karyawan setelah pelatihan.

Secara garis besar karyawan PT Jeevesindo Gemilang mengerti dan dapat melakukan bagaimana postur tubuh bernyanyi yang baik dan benar. Postur tubuh bernyanyi yang baik dan benar bisa dilakukan baik secara berdiri maupun duduk. Penjelasan posisi tubuh dijabarkan secara jelas dalam pelatihan vocal karena hal ini merupakan dasar dalam bernyanyi.
Pada pelatihan ini teknik pernafasan belum sepenuhnya dimiliki oleh peserta pelatihan vokal.

Mereka lebih banyak bernyanyi dengan pernafasan sesuka mereka (natural). Bernyanyi dengan tidak memperhatikan teknik pernafasan yang benar akan terkendala terutama masalah pemenggalan kalimat lagu. Selain terkendala masalah pemenggalan kalimat lagu juga beberapa hal lainnya yang dianggap menggangu dalam bernyanyi. Dalam pelatihan ini menggunakan lagu Indonesia Jaya, ciptaan Chaken M yang dipopulerkan oleh Harvey Malaiholo.

Setelah mengadakan 8 kali pertemuan, kemampuan bernyanyi para peserta meningkat. Hal ini dibuktikan dengan mereka dapat menyanyikan lagu dengan nada yang tepat dan pemenggalan kata yang tepat. Hal ini berhubungan dengan rasa musikalitas terkait melodi, irama dan ekspresi. Pada akhir pelatihan setiap peserta diminta mengirim rekaman suara mereka menyanyikan lagu Indonesia Jaya, dan video rekaman bernyanyi yang dikirim secara terpisah.

Hasil pelatihan berupa video menyanyikan lagu Indonesia Jaya, yang dikemas dalam sebuah video kolaborasi virtual. Video dalam tahap editing dan mixing Sebagaimana disebutkan di atas pandemic Covid-19 telah menyebabkan para karyawan merasa tertekan karena budaya bekerja yang harus berubah, tidak boleh lagu sering berkelompok.

“Dengan pelatihan ini mereka merasa sedang duduk berkelompok karena bisa saling bersapa di ruang Zoom Cloud Meeting. Pelatihan ini sekaligus dapat meningkatkan musikalitas mereka, terutama para karyawan yang mempunyai bakat seni music,”tegas  Caecilia Hardiarini yang didampingi RM. Aditya Andriyanto. (Warso)