Dosen Program Studi Pendidikan Matematika UNJ Gandeng MGMP Matematika SMP Laksanakan PKM di Kab. Bogor

0

JAKARTA (Suara Karya) : Menambah motivasi dan meningkatkan kemampuan guru-guru matematika dalam membuat media pembelajaran yang lebih inovatif, FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kab. Bogor.

“PKM yang dilaksanakan Sabtu, 24 September 2022, intinya dalam rangka menunaikan salah satu kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi, Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UNJ, “jelas Koordinator Program Studi Pendidikan Matematika, Dwi Antari Wijayanti, M.Pd. di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kegiatan yang didanai oleh FMIPA ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukaraja dalam bentuk pelatihan dan pendampingan untuk guru-guru matematika jenjang SMP/sederajat di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat katanya, Prodi Pendidikan Matematika telah menggandeng MGMP Matematika SMP Kabupaten Bogor sebagai mitra sejak tahun 2020. Namun pada dua tahun terakhir pelaksanaannya dilakukan secara daring sehubungan adanya pandemi Covid-19.

Pada tahun ini paparnya, pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan secara luring. Kendati begitu, tetap menjaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dimulai dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Pendidikan Matematika, Dwi Antari Wijayanti, M.Pd. serta dilanjutkan oleh ibu Ai Sri Rosmiati, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua MGMP Matematika Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Dwi Antari Wijayanti, M.Pd. menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang baik yang telah terjalin selama kurang lebih 3 tahun dan berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut.

Kolaborasi

Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kolaborasi antara Perguruan Tinggi dengan pihak sekolah. Sebagai pelaksana, dosen Pendidikan Matematika akan memberikan ilmu pengetahuan dan/ atau teknologi berdasarkan kebutuhan guru di sekolah, membimbing dan mendampingi. Dengan harapan, tujuan kegiatan PKM dapat tercapai. “Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang solid dalam mewujudkannya, ” tegas Dwi Antari Wijayanti.

Kegiatan pelatihan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari dua materi. Pelatihan pertama mengusung materi pengembangan Learning Management System (LMS) dalam proses pembelajaran, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas literasi teknologi guru matematika. Pelatihan dengan topik ini dipimpin oleh Drs. Tri Murdiyanto, M.Si. dan didampingi oleh Agus Agung Permana, M.Pd.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan LMS dan cara memanfaatkan LMS ini untuk proses pembelajaran di kelas. Guru-guru diajarkan mulai dari bagaimana membuat akun, menambah course/ mata pelajaran, mengelola kelas, sampai dengan mempersiapkan dan menyampaikan materi melalui LMS.

Meskipun selama pelatihan terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru, mengingat belum terbiasa menggunakan LMS, namun pemateri dan tim dapat menanganinya dengan baik.

Pelatihan yang kedua mengangkat materi tentang pembuatan media pembelajaran berbantuan software Geogebra pada materi Geometri. Pelatihan ini disampaikan oleh tim yang beranggotakan empat orang dosen, yaitu Dwi Antari Wijayanti, M.Pd., Dr. Mimi Nur Hajizah, M.Pd., Leny Dhianti Haeruman, M.Pd., dan Dr. Anny Sovia, S.Si., M.Si. Geogebra memiliki kelebihan dengan sifatnya yang open source sehingga dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun.

Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menambah motivasi dan meningkatkan kemampuan guru-guru matematika dalam membuat media pembelajaran yang lebih inovatif.

Setelah pemberian materi dan diskusi dilakukan, para peserta diberikan penugasan. Peserta akan mencoba menerapkan langsung ilmu yang disampaikan selama pelatihan di sekolah agar terlihat kendala apa yang mungkin dihadapi.

Pemateri akan memberikan pendampingan secara jarak jauh selama penugasan berlangsung. Setelah penugasan selesai, maka kegiatan ini diakhiri dengan pemberian sertifikat pelatihan bagi para peserta.

Secara umum, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang guru jenjang SMP/Sederajat di Kabupaten Bogor. Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias sehingga pelatihan tidak hanya berjalan satu arah, tetapi juga dua arah.

Pemateri aktif memberikan ruang atau kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan hasil kerjanya di depan peserta yang lain. Sebagian besar peserta pelatihan merasa memberikan manfaat dan pengetahuan baru, motivasi serta keterampilan yang menunjang profesi sebagai guru nantinya. (Warso)