DPR Apresiasi Kepedulian Venezuela Terhadap Bencana Sulteng

0
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mohamad Hekal saat menerima Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys Fransisca Urbaneja Duran.

JAKARTA (Suara Karya): Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mohamad Hekal, menyampaikan apresiasi atas Pemerintah Venezuela yang telah memberikan bantuan terhadap korban tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Padahal, Venezuela merupakan negara yang saat ini tengah dilanda krisis ekonomi.

Dia mengatakan hal itu, usai menerima Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Gladys Fransisca Urbaneja Duran, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Sebagaimana diketahui, Presiden Venezuela, Nikolas Maduro, menyetujui penggunaan dana solidaritas sebesar 10 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 151 miliar untuk penanggulangan bencana di Sulteng.

“Bantuan Venezuela, bukan pertama kalinya dilakukan. Saat tsunami Aceh, Presiden Hugo Chavez juga memberikan bantuan sebesar 2 juta dolar AS. Tolong sampaikan ucapan terima kasih kami kepada Pemerintah Venezuela,” kata Hekal kepada Dubes Venezuela Gladys Fransisca Urbaneja Duran.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, kerja sama Indonesia-Venezuela semakin erat seiring bertambahnya usia ke-59 tahun ini. Karena itu, dia menyampaikan rencana kunjungan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Venezuela untuk menjembatani ‘pending matters’ antarkedua negara.

“Kita tahu dalam beberapa tahun terakhir ini, Venezuela mengalami guncangan ekonomi dan politik, sehingga persahabatan Venezuela dan Indonesia sempat tertunda. Karena itu, kunjungan ke Venezuela dalam rangka meningkatkan dialog dan isu internasional yang menjadi perhatian bersama,” ujar Hekal.

Legislator dapil Jawa Tengah itu menambahkan, kerja sama yang terjalin dengan Venezuela harus terus ditingkatkan. Sama halnya dengan Indonesia, Venezuela juga kaya akan minyak dan mineral sehingga peluang kerja sama ekonomi bisa didorong.

“Mereka mengharapkan Indonesia bisa berpartisipasi di ekonomi mereka. Peluang lainnya, menurut Dubes, budaya Venezuela dan masyarakat Indonesia juga mirip. Sehingga ini bisa menjadi daya tarik untuk mempromosikan budaya kita melalui pariwisata,” kataya. (Gan)