DPR Apresiasi Penanganan Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng

0
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ivan Doly Gultom. (suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Anggota Komisi VII DPR Ivan Doly Gultom, mengapresiasi penanganan pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) khususnya dalam mengatasi problematika terganggunya pasokan energi, seperti listrik dan bahan bakar minyak (BBM).

“Saya menilai kerja Presiden Joko Widodo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan beserta jajarannya dalam pemenuhan kebutuhan/suplai energi di tiga wilayah tersebut pasca gempa dan tsunami,” kata Ivan kepada suarakarya.co.id di Jakarta, Rabu (3/10/2018) malam.

Salah satu posko di Palu, Sulteng dari ratusan posko yang didirikan Kementerian ESDM untuk melakukan koordinasi penangan pasca gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi. Kementerian ESDM memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan perbaikan saluran listrik ke obyek-obyek vital dan fasilitas umum. Koordinasi langsung dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan (suarakarya.co.id/Istimewa)

Dikatakan Ivan, upaya melancarkan suplai BBM dan pasokan listrik ke rumah warga dan sarana-sara umum terus dilakukan pemerintah. Ini menjadikan penanganan pasca gempa dan tsunami di tiga wilayah itu lebih produktif dan segera teratasi.

Bukan hanya itu lanjut Ivan, Kementerian ESDM juga mengirimkan tenaga medis, tim penyelamat hingga ratusan orang.

Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan Kementerian ESDM yang diterima Komisi VII DPR untuk penanganan pasca gempa dan tsunami 2 Oktober 2018 (Pukul 20.00 WITA) telah dilakukan:

Pertama, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara selaku Kepala Inspektur Tambang memimpin apel pagi untuk memberikan arahan kepada seluruh Tim ERT KESDM Siaga Bencana.

Kedua, jumlah Tim KESDM Siaga Bencana Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah hadir di POSKO KESDM Siaga Bencana sebanyak 18 Tim ERT, dengan total ERT = 143 orang, teridiri dari Rescue = 111 orang, Paramedis = 23 orang, Dokter = 5 orang, CSR = 4 orang , sehingga total 143 orang.

Ketiga, anggota Tim ERT KESDM Siaga Bencana berkoordinasi dengan Basarnas untuk melaporkan rencana kegiatan pagi hingga sore hari.

Keempat, Tim ERT KESDM Siaga Bencana melakukan beberapa kegiatan dengan support alat berat excavator dan buldozer, sebagai berikut.
(a) Melakukan penebangan pohon-pohon untuk membuka akses evakuasi 3 korban di Jl. Diponegoro.

(b) Memindahkan barang warga sekitar yang masih layak untuk dipakai.

(c) Memobilisasi alat berat bulldozer dari Poboya lokasi PT Citra Palu Minerals ke Posko KESDM.

(d) Membangun Dapur Umum di Posko KESDM Siaga Bencana.

(e) Melakukan evakuasi 2 jenazah di Jl. Cumi-Cumi.

(f) Melakukan operasi di Jl. DewiSartika III, Kelurahan Jono Oge, Kecamatan Sigi menyusuri jalur lumpur dan menemukan jenazah 5 korban.

(g) Melakukan evakuasi 1 korban di Jl. Kartini.

(h) Melakukan evakuasi 4 korban di Jl Sungai Bongka.

(i) Melakukan pencarian korban di area lumpur, namun tidak ditemukan jenazah.

(j) Mengirim semua jenazah yang berhasil dievakuasi untuk dibawa ke RS Bhayangkara.

(k) Bergantian dengan Basarnas membuka akses reruntuhan (10.30 – 16.37 WITA) berhasil menembus beton di Hotel Mercure;

(l) Membantu penanganan medis di RS Undata, Palu.

(m) Melakukan operasi bedah di RS Undata.

Kelima, alat berat yang telah siap beroperasi di Palu 7 unit (3 PC, 1 dozer, 3 crane).

Keenam, alat berat yang akan datang mendukung kegiatan sebanyak 18 unit (7 PC, 4 Dozer, 2 crane, 3 Dump truck, 1 fuel tank, 1 barge).

Ketujuh, Menerima bantuan berupa:

(a) 20 pleton tenda

(b) 20 velbeds

(c) 20 giant matras

(d) Medical kit untuk dokter

(e) 500 selimut. (Bayu Legianto)