DPR: Indonesia Bangsa Optimis Tidak Perlu Khawatir Ancaman Resesi

0
Anggota Komisi VI FPKB DPR RI Marwan Jafar. (ANTARA)

JAKARTA (Suara Karya): Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mengatakan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki semangat dan optimisme, tidak perlu khawatir dengan ancaman resesi di tengah pandemik COVID-19.

Menurut dia, ancaman resesi ekonomi itu bukan akhir dari segalanya dan bukan masalah yang harus digembar-gemborkan, tapi harus dicarikan solusi.

“Indonesia sebagai bangsa yang optimistis, dalam sejarahnya, kita sebagai bangsa pemenang, semangat kemenangan itulah yang harus kita gelora-kan,” kata Marwan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Karena itu dia meyakini, bangsa Indonesia akan berhasil melawan resesi dan menang melawan pandemik COVID-19.

Marwan juga menyampaikan beberapa solusi agar Indonesia dapat keluar dari resesi dan pendemik, misalnya pemerintah harus melakukan reposisi, restrukturisasi, dan mereformulasi sejumlah program pemerintah dalam mengatasi pandemik COVID-19.

“Kita harus melakukan reposisi, retrukturisasi, reformulasi terhadap struktur lembaga negara kita berikut orangnya dan program pemerintah, supaya bisa bekerja lebih efektif dan efisien,” tutur dia.

Dia juga menyarankan agar pemerintah melakukan “refocusing” sejumlah program yang berhubungan dengan kebutuhan rakyat di masa pandemik.

Marwan juga menilai dibutuhkan tim atau “pasukan perang” untuk melawan COVID-19, namun anggotanya jangan berganti-ganti agar fokus menangani persoalan pandemik.

“Memang dibutuhkan semacam tim atau pasukan perang untuk melawan COVID ini dengan tidak gonta ganti orangnya. Pasukan perang yang memang dibutuhkan dan bisa fokus menangani ini di bawah komando langsung presiden,” ujarnya.

Selain itu menurut dia, program-program kebutuhan masyarakat seperti Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap harus digelontorkan dan volume-nya ditambah karena kebutuhan yang juga menambah.

Marwan juga menilai gotong royong seluruh elemen bangsa harus terus digelorakan dari mulai pusat hingga daerah untuk menuntaskan pandemik COVID-19. Dia menilai yang dibutuhkan adalah kebersamaan dari semua elemen bangsa untuk saling bahu membahu.

“Pemerintah pusat hingga daerah, masyarakat sipil, elemen masyarakat dibutuhkan solidaritas. Tidak boleh ada fragmentasi politik, fragmentasi golongan sehingga semua harus bersatu,” ujarnya. (Agus Sunarto)