Pemerintah Diminta Memastikan Tak Ada Produk Israel Masuk ke Indonesia

0
Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang membuka pintu seluas-luasnya terhadap produk asal Palestina tanpa dikenakan tarif bea masuk (0 persen). Namun dia mengingatkan agar pemerintah mengawal dan memastikan tidak ada produk-produk Israel yang ikut serta dalam kebijakan pembebasan bea masuk bagi produk Palestina tersebut.

“Kebijakan ini diharapkan memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian Palestina. Namun di sisi lain, pemerintah harus mengawal dan memastikan, produk tersebut asli dari Palestina. Jangan sampai produk Israel ikut masuk Indonesia, karena selama ini produk dari Palestina yang keluar, harus melewati Israel,” ujar Taufik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/8).

Selain kurma dan minyak zaitun murni, politisi PAN itu juga mendorong supaya produk lain  yang berasal dari Palestina mendapat perjanjian zero tarif khusus itu. Hal ini dimaksudkan agar produk-produk yang berpotensi masuk ke Indonesia, dapat ditingkatkan. Selain dapat meningkatkan perekonomian Palestina, saat ini jumlah ekspor Indonesia jauh lebih banyak ke Palestina dibandingkan sebaliknya, padahal negara tersebut tengah mengalami kesulitan.

“Kita mendorong ini bukan hanya sebagai dukungan politik, namun juga bentuk dukungan nyata Indonesia terhadap Palestina. Selain itu, kita juga mengekspor produk Indonesia yang benar-benar dibutuhkan Palestina. Namun dari kerja sama ini yang menjadi perhatian, jangan sampai produk Israel ikut terbawa ke Indonesia,” tegas Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) ini.

Diketahui, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun di Jakarta pekan lalu menandatangani pengaturan pelaksanaan atau Implementing Arrangement (IA) pada Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemberian preferensi penghapusan tarif bea masuk 0 persen terhadap dua produk Palestina. Dua produk yang sudah masuk dalam kesepakatan adalah kurma dan minyak zaitun murni. (Gan)