dr Sapto Adji: Pemanasan Hindari Cedera Saat Berolahraga

0

JAKARTA (Suara Karya): Olahraga memang menyehatkan tubuh, tetapi apabila dilakukan dengan cara yang salah, maka aktivitas ini akan memberikan dampak negatif bagi tubuh seperti cedera bahkan hingga risiko sakit lainnyabyang disebabkan karena kesalahan saat memulainya.

Dokter Spesialis Orthopedic RS Premier Bintaro, dr. Sapto Adji mengatakan cedera yang didapat saat olahraga seringkali diabaikan, terlebih bila dampaknya tidak langsung dirasa. Terkait hal tersebut, dia menyarankan untuk melakukan gerakan pemanasan dahulu sebelum mulai berolahraga. Misalnya seperti lari, bersepeda, jogging dan senam.

“Berolahraga itu ada ilmunya, tidak asal gerak. Nah pemanasan ini bagian dari ilmunya. Banyak orang-orang yang berolahraga tetapi tidak melakukan gerakan pemanasan terlebih dahulu. Kasus-kasus seperti ini dijumpai terutama pada mereka yang tidak memiliki rutinitas olahraga seperti orang-orang kantoran. Jadi begitu mau olahraga, langsung pada gerakan yang berat,” kata Sapto dalam acara Talk to the Expert “Seputar Cedera Olahraga” yang digelar RS Premier Bintaro secara virtual, Selasa (5/10/2021).

Lebih lanjut Sapto menjelaskan bahwa berolahraga tanpa disertai ilmu, dapat menimbulkan cedera atau trauma mulai dari tingkatan ringan, sedang hingga berat. Keluhan yang banyak dijumpai akibat olahraga tanpa pemanasan adalah nyeri di punggung, leher atau tulang persendian lainnya.

“Cedera yang dialami saat olahraga bisa berdampak fatal, yang akan berpengaruh pada terbatasnya aktivitas fisik sehari-hari. Terlebih bila itu terjadi pada seorang atlet profesional, tentu akan menurunkan performa bertandingnya,” ujarnya.

Sementara itu, Spesialis Orthopedic RS Premier Bintaro, dr. Jefri Sukmawan menegaskan bahwa kondisi nyeri sendi yang membuat seseorang sulit bergerak dan berlangsung dalam waktu lama, harus diwaspadai. Menurutnya, gangguan nyeri sendi itu akibat proses radang yang terus menerus.

“Lama-lama ruang kapsul sendi akhirnya menyempit dan terjadi perlengketan yang disertai rasa nyeri. Umumnya gangguan nyeri sendi berlangsung dalam beberapa fase. Pertama, merasakan pegal, berlanjut menjadi nyeri dalam beberapa minggu hingga bulan,” katanya. (Bayu)