DRI Lampung Minta Pemerintah Ikut Tingkatkan Produktivitas Lada Hitam

0
Ilustrasi- Biji lada petik hijau petani lada Desa Maringgai Lampung Timur. (ANTARA)

BANDARLAMPUNG (Suara Karya): Dewan Rempah Indonesia (DRI) Wilayah Lampung meminta pemerintah ikut berperan mendorong produksi lada hitam Lampung, di tengah rendahnya produktivitas lada Lampung.

“Produktivitas lada hitam Lampung saat ini rendah sehingga harga lada di pasaran ikut redah, untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu peran serta pemerintah,” ujar Ketua Dewan Rempah Indonesia, Untung Sugiyatno, saat dihubungi di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan, produktivitas lada hitam Lampung hanya berkisar 500 kg/ha, dari total luas lahan lada di Lampung 45.741 hektar.

“Pada masa kejayaan lada Lampung luas lahan lada dapat mencapai 120.000 hektar, dengan produktivitas 700 kg/ha, namun saat ini luas area hanya berkisar 40.000 hektar lebih dengan produktivitas kurang lebih 500 kg/ha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk membangkitkan kembali kejayaan lada hitam Lampung perlu peran pemerintah dalam memfasilitasi serta membangun kepercayaan petani lada untuk kembali menanam lada.

“Pemerintah harus mengedukasi dan menumbuhkan kembali kepercayaan petani untuk menanam lada, sebab saat ini harga lada hitam Lampung hanya berkisar Rp30.000/kg,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dapat mensosialisasikan pentingnya dan manfaat menanam lada hitam dibanding komoditas lain, menjaga harga lada hitam di pasaran agar tidak rendah, serta mendorong ekspor dengan mempermudah regulasi.

“Saat ini animo petani untuk menanam lada hitam yang sebenarnya menjadi ikon Lampung dan tanaman turun temurun menurun, serta banyak yang menggantinya dengan komoditas lain, karena petani melihat harga lada hitam semakin rendah, sehingga pemerintah perlu mencari solusi untuk hal ini,” katanya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam statistik perkebunan Indonesia tahun 2018-2020 luasan lahan lada hitam Lampung terus menurun dari 45.883 hektar pada 2018 , menjadi 45.849 hekta pada 2019 dan 2020 hanya 45.741 hektar dengan jumlah produksi lada sebanyak 14.415 ton. (Yunafry)