Drs. Chandra Bhakti, M.Si Optimis Lewat DBON Lahir DBOD di Seluruh Provinsi di Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya) : Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Drs. Chandra Bhakti, M.Si menegaskan, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dinaungi UU No 11 tahun 2022 menjadi acuan semua Provinsi dalam mewujudkan Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD).

“Melalui DBON sudah jelas ujung pembinaan olahraga nasional yaitu mengacu dan menuju Olimpiade. Begitu juga prestasi atlet yang dibina sudah jelas targetnya menuju Olimpiade,”tegas Chandra di Jakarta, Senin (22/8/2022).

Ketika disinggung SEA Games dan Asian Games dijadikan program antara, Chandra menegaskan, karena semua cabang yang dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games belum tentu dipertandingkan di Olimpiade. Bahkan biasanya cabang yang menguntungkan tuan rumah yang dipertandingkan di multi event ASEAN maupun Asia.

Melalui pertimbangan itulah akhirnya atlet yang dibina dan masuk DBON mempunyai acuan menuju Olimpiade. Sementara ini ada 12 cabang yang atletnya dijaring dalam DBON termasuk cabang tradisional yang juga dipersiapkan dan akan dipertandingkan di Olimpiade seperti cabang Pencak Silat dan Wushu.

Pembinaan seperti itu berjenjang dan harus dilakukan regenerasi atlet seperti halnya sentralisasi DBON muda yang tersebar dibeberapa daerah. Pembinaan sentralisasi juga bekerjasama dengan pihak Kampus yang memiliki jurusan olahraga.

Karena Chandra menyadari, pembinaan atlet tidak bisa lepas menggunakan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK). Dengan harapan, selain mengejar prestasi puncak, kesehatan atlet harus terjaga hingga mencapai puncak di Olimpiade.

Sementara pembinaan atlet di Indonesia lahir dengan sendirinya berdasarkan talenta dan bakat alam, bukan diciptakan. Pembinaan semacam ini harus ada perubahan sesuai target yang diharapkan.

Chandra mencontohkan, lahirnya atlet angkat besi handal Indonesia seperti Eko Yulianto hingga kini belum ada penggantinya sejak tampil di Olimpiade Beijing tahun 2008. Seharus, regenerasi menjadi pelapis Eko sudah ada dan dipersiapkan menuju Olimpiade.

Pembinaan atlet yang berjenjang dan dipersiapkan sedini mungkin nantinya diprogram melalui DBON melalui 10 Kampus yang bekerjasama dengan pihak Kemenpora lewat pembinaan atlet muda yang sudah diseleksi beberapa waktu lalu.

Pembinaan atlet berjenjang dan memiliki event sesuai dengan usianya baru terlihat di cabang bulutangkis dan sepakbola. “Yang sudah memperlihatkan prestasi konsisten melalui event yang berjenjang menuju Olimpiade baru bulutangkis. Sementara sepakbola membutuhkan waktu yang panjang, meski olahraga ini merupakan olahraga masyarakat yang cukup diminati dari semua kalangan di Tanah Air,”tambah Chandra lagi. (Warso)