Dua Petani Ngawi Tewas Keracunan Gas

0
Para warga melihat korban keracunan gas sumur yang berhasil dievakuasi petugas ke Puskesmas Pangkur. (Istimewa)

NGAWI (Suara Karya): Dua petani warga Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tewas dan satu lainnya kritis diduga akibat menghirup gas beracun di dalam sumur irigasi saat hendak memasang mesin pompa air.

“Ada dua korban meninggal dunia dan satu korban pingsan. Diduga akibat menghirup gas beracun dalam sumur saat memperbaiki mesin pompa air diesel,” ujar Kapolsek Pangkur AKP Samuji kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Korban tewas adalah Samuji (40) yang merupakan pemilik sumur dan mesin pompa air dan Jito (35). Sedangkan korban pingsan dan dibawa ke Puskesmas Pangkur adalah Pardi (60).

Menurut dia, berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut bermula saat sejumlah petani hendak memperbaiki sumur irigasi milik Samuji yang berada di tengah areal persawahan Desa Waruktengah pada Sabtu (9/2/2019) sore.

Saat itu, Samuji dan Jito masuk ke dalam sumur sedalam lima meter untuk memasang mesin pompa air yang diperbaiki. Setelah beberapa lama masuk, keduanya langsung lemas, diduga akibat menghirup gas beracun.

Melihat kondisi kedua temannya lemas, Pardi akhirnya turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun malang, Pardi juga ikut lemas.

Para petani yang masih bertahan di atas kemudian turun memberikan perolongan dengan menggunakan tali pengaman. Namun sayangnya, mereka hanya bisa mengangkat dan menyelamatkan Pardi dan langsung dibawa ke puskesmas setempat. Sedangkan untuk mengevakuasi korban Samuji da Jito, para petani mencari pertolongan warga dan melapor ke Polsek Pangkur.

Sementara, korban Samuji dan Jito yang cukup lama terjebak dalam sumur berhasil dievakuasi sudah dalam kondisi sangat kritis dan langsung dibawa ke puskesmas. Proses evakuasi keduanya berlangsung lama hingga jelang Minggu dini hari. Namun, keduanya telah dinyatakan meninggal oleh petugas puskesmas.

“Korban tewas karena terlalu lama terjebak dalam sumur yang banyak gas beracun. Tim SAR dan polisi harus menggunakan alat khusus untuk mengevakuasi para korban karena banyak gas beracun dalam sumur,” kata salah satu anggota tim SAR, Broto Sanjoyo.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad kedua korban dibawa ke Puskesmas Pangkur guna proses visum. Jasad kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan pada hari Minggu (10/2).

Hasil penyelidikan polisi setempat menyebutkan, penyebab kematian kedua korban adalah murni karena kecelakaan kerja. Yakni keracunan gas dari dalam sumur. (Syarifuddin Lihawa)