Dua Unit Usaha APP Sinar Mas Raih Penghargaan Tertinggi dari Kemenperin

0

JAKARTA (Suara Karya): Dua unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, yaitu PT OKI Pulp & Paper Mills (PT OKI Pulp & Paper) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP-Tangerang Mills) menyabet penghargaan tertinggi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Penghargaan Industri Hijau Berkinerja Terbaik itu diserahkan Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika kepada Komisaris Utama PT OKI Pulp & Paper Suhendra Wiriadinata dan Head of Sustainability PT IKPP-Tangerang Mills, Kholisul Fatikhin di Jakarta, Jumat (25/11/22).

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kesempatan terpisah menjelaskan, acara Penghargaan Industri Hijau ke-12 itu merupakan upaya pemerintah dalam membantu industri untuk menerapkan prinsip sustainability atau keberlanjutan.

Diharapkan, segala bentuk kegiatan industri memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

“Program ini dibuat untuk mengajak industri dalam kelestarian lingkungan,” katanya.

Penerapan Industri Hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah. Hal itu berhubungan erat dengan hasil penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).

Usai menerima penghargaan, Komisaris Utama PT OKI Pulp & Paper yang juga Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata mengatakan, penghargaan dari Kemenperin ini merupakan pencapaian APP Sinar Mas dalam menjalankan Praktik Bisnis yang berkelanjutan.

Hal itu sejalan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030, yakni APP Sinar Mas bersama mitra-mitra pemasoknya berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dalam proses produksinya hingga 30 persen. Selain melakukan perlindungan dan konservasi lebih dari setengah juta hektar hutan alam.

Hal itu memberi dampak positif kepada pemangku kepentingan di seluruh bisnis dan rantai pasokan APP Sinar Mas, termasuk masyarakat sekitar.

“Kami percaya jika terus mempromosikan dan menerapkan pentingnya praktik industri yang berkelanjutan, selain menjaga kelestarian lingkungan, juga mampu meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global,” Suhendra.

Secara umum, kriteria penilaian Industri Hijau didasarkan pada tiga hal utama, yakni proses produksi yang meliputi efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia dan lingkungan kerja di ruang proses produksi.

Kemudian, kinerja pengelolaan limbah meliputi penurunan emisi CO2 (untuk industri besar), pemenuhan bahan baku mutu lingkungan (industri sedang), serta manajemen perusahaan. (Tri Wahyuni)