Dubes Indonesia untuk Jepang Resmikan PKBM Nagoya

0

JAKARTA (Suara Karya): Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi, meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nagoya, Jepang secara luring, Sabtu (8/10/21).

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan Komunitas Muslim Indonesia (KMI) Nagoya dan Ketua Toyota Indonesia Group (TIG). Hadir pula Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Yusli Wardiatno.

Heri Akhmadi dalam siaran pers-nya, mengatakan, KBRI Tokyo akan berupaya agar layanan pendidikan masyarakat di seluruh Jepang terpenuhi. Untuk itu, dibangun PKBM yang nantinya tak hanya mencakup pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga menjadi pusat tutorial bagi pendidikan jarak jauh.

“Pendidikan jarak jauh tersebut diselenggarakan atas kerja sama Universitas Terbuka dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Tercatat ada 37 ribu jumlah pemagang,” ujarnya.

Dituturkan, pendirian PKBM Nagoya terbilang unik karena diusulkan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Nagoya dan KMI serta difasilitasi diaspora wirausahawan Indonesia, Mardiansyah yang berkantor di ASEAN Nagoya Center.

Peresmian ditandai pemotongan tumpeng yang langsung diberikan kepada kepala sekolah sekaligus mahasiswa program doktoral di Waseda University, Diyah R Tohari. Ia juga menyerahkan Surat Keputusan Duta Besar tentang pendirian PKBM Nagoya kepada Diyah.

Sementera itu, Atdikbud Yusli Wardiatno menyebutkan, PKBM Nagoya adalah PKBM ketiga yang diresmikan Dubes Heri Akhmadi. Ke depan akan ada lagi PKBM di wilayah Jepang yang banyak dihuni oleh WNI.

Karena, salah satu target pendirian PKBM adalah untuk memperluas jangkauan pelayanan pendidikan, agama dan kebangsaan. KBRI Tokyo ingin pastikan anak-anak Indonesia patuh pada agamanya masing-masing, paham pengetahuan dasar negara Pancasila serta bahasa nasional mereka, yaitu Bahasa Indonesia.

“Mereka juga diajarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional lainnya. Supaya hapal, meski tinggal di negeri orang,” tutur Yusli.

Cikal bakal PKBM ini, diterangkan Atdikbud Yusli, adalah kegiatan PPI Nagoya yang dinamakan Sekolah Bhinneka. Acara peresmian dilakukan di ASEAN Nagoya Center yang dihadiri Ketua KMI sekaligus pemilik toko serba ada (toserba) halal di Nagoya, Didik Kurniawan.

Lepas acara peresmian, Dubes Heri menggelar diskusi terkait kesiapan Pameran Tenun Ikat yang direncanakan bersama PPI Nagoya dan Toyota Indonesia Group (TIG) di Gedung Toyota International Association (TIA) pada minggu ketiga November 2021.

Dubes Heri menyarankan agar pameran tersebut diperluas menjadi kegiatan Indonesian Day dan dilakukan bersama pelayanan konsuler dan imigrasi dari KBRI.

Usul tersebut disambut baik Ketua TIG, Moelyono, yang juga merupakan salah satu direktur TIA. “Kami berkomitmen menyukseskan Indonesian Day,” ucap Moelyono yang diamini Ketua PPI Nagoya, Daffa Sean Adinegoro. (Tri Wahyuni)