Dugaan Penyekapan Karyawan, Dirut Maratus Line Dipolisikan

0

JAKARTA ( Suara Karya): Direktur Utama (Dirut) PT Meratus Line, Slamet Raharjo dilaporkan warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Mlati Muryani, ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (7/7/2022).

Laporan tersebut ditenggarai  akibat penyekapan yang dilakukan sang direktur kepada suaminya yang berinisial ED yang kebetulan salah karyawan dari perusahaan Meratus Line.

Dalam laporan tersebut, Mlati membeberkan, bahwa penyekapan yang dilakukan kepada suaminya terhitung selama 4 hari sejak tanggal 4 – 7 Februari 2022 lalu di kantor Meratus Line yang bertempat di Jalan Alun-alun Tanjung Priok Nomor 27 Surabaya.

Bulan Februari Mlati sudah melaporkan Dirut PT Meratus Line ke Polres Tanjung Perak karena sudah menyekap suami nya  selama empat hari.

Hingga saat ini polisi masih belum bisa menetapkan tersangka dari dugaan kasus penyekapan tersebut.

“Laporan tersebut telah disampaikan kurang lebih lima bulan lalu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasannya,” kata Mlati melalui keterangan persnya yang diterima suarakarya.co.id di Jakarta, Minggu (10/7/2022).

Ironisnya.lanjut Mlati, penegak hukum malah menetapkan korban yang berinisial ED sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Dirut Meratus line.

Perusahaan tersebut malah melaporkan balik suami saya yang langsung ditindak lanjuti. Sekarang suami saya statusnya sudah menjadi tersangka.

Mlati Muryani sangat meminta perlakuan adil kepada pihak penegak hukum atas kasus yang sedang menimpa keluarganya.

Saya merasa tidak mendapat perlakuan yang adil dari Polisi atas perbedaan perlakuan dari kasus yang menimpa suami saya. (Bayu)