Dukung Digelarnya PTM Terbatas, Pemda Giatkan Vaksinasi bagi GTK

0

JAKARTA (Suara Karya): Guna mempercepat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggiatkan vaksinasi kepada guru dan tenaga kependidikan (GTK). Total sudah 3.600 GTK yang mendapat vaksinasi covid-19.

“Semoga semangat yang sama dilakukan pemerintah daerah lainnya di seluruh Indonesia. Sekolah bisa melakukan PTM terbatas setelah vaksinasi GTK selesai, tidak perlu menunggu Juli 2021,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menyaksikan pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi GTK di Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/4/2021).

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi berharap kedatangan Mendikbud dapat menambah pengiriman dosis vaksinasi. Sehingga proses vaksinasi bagi GTK bisa dituntaskan dengan segera. “Kesediaan vaksin covid-19 di daerah akan mempercepat penuntasan vaksinasi bagi GTK,” ucapnya.

Ditambahkan, 1000 dosis vaksinasi hari ini difokuskan untuk GTK jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Dasar (SD). Dari jumlah itu, 50 persen antaranya adalah GTK Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bawah Kementerian Agama.

Rizal menjelaskan, sejak Desember 2020, Pemkot Balikpapan telah melakukan uji coba PTM terbatas di 70 sekolah. “Persiapan sudah siap 90 persen, tinggal gurunya saja yang perlu divaksinasi. Karena itu, kami meminta pemerintah pusat mempercepat proses pengiriman vaksinya,” katanya.

Terkait hal itu, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menegaskan, satuan pendidikan boleh menggelar PTM terbatas, meski GTK-nya belum mendapat vaksinasi. Namun, syaratnya PTM terbatas itu dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dan mendwpat izin tertulis dari pemerintah daerah setempat.

“Meski bisa menggelar PTM terbatas, satuan pendidikan tetap harus menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mengakomidir peserta didik yang tidak mendapat giliran ke sekolah,” ucap Nadiem.

Mendikbud mengakui, salah satu tantangan terbesar dari PJJ adalah murid tidak bisa ke sekolah untuk berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. Ia meyakini, manfaat PTM meski terbatas pada kenyataannya sulit digantikan oleh PJJ.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemda, warga satuan pendidikan dan seluruh pihak yang bahu membahu memastikan prinsip kesehatan, keselamatan dan tumbuh kembang anak berjalan semaksimal mungkin,” kata Mendikbud menandaskan.

PTM terbatas harus segera dilakukan, karena Indonesia adalah satu dari empat negara di kawasan timur Asia dan Pasifik yang belum menggelar PTM. Sementara 23 negara lainnya sudah PTM secara penuh.

Selain itu, UNICEF juga menyebutkan anak-anak yang tidak dapat mengakses sekolah secara langsung akan semakin tertinggal. Dampak terbesar adalah dirasakan oleh anak-anak yang paling termarjinalisasi. (Tri Wahyuni)