Dukung Digitalisasi Pendidikan, 16 Kepala Daerah Dapat Anugerah Kihajar 

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberi penghargaan “Anugerah Kihajar” kepada 16 kepala daerah, karena dinilai berhasil dalam pendayagunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk pendidikan.

“Upaya kepala daerah dalam digitalisasi pendidikan, baik untuk pembelajaran maupun administrasi sekolah patut diapresiasi,” kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), Gogot Suharwoto kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (12/10).

Gogot menambahkan, kebutuhan TIK untuk pendidikan di era digital seperti saat ini tidak bisa dihindari. Selain tuntutan kemajuan zaman, juga karena kondisi Indonesia yang terdiri dari kepulauan. Sehingga TIK menjadi solusi bagi sekolah meraih pembelajaran yang bermutu.

“TIK bisa meningkatkan penyerapan teknologi pada siswa karena mereka dapat materi pembelajaran dari berbagai sumber. Melalui TIK, sekolah bisa mendatangkan laboratorium alam ke kelas,” ujarnya.

Disebutkan ke-16 kepala daerah itu terdiri dari 5 gubernur, 7 walikota dan 4 bupati. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Untuk ke-7 walikota, lanjut Gogot, mereka adalah Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Walikota Balikpapan, HM Rizal Effendi, Walikota Malang, Sutiaji, Walikota Gorontalo, Marten A Taha, Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie dan Walikota HM Ramlan Nurmantias.

Ditambahkan, ke-4 bupati itu adalah Bupati Gunung Kidul, Badingah, Bupati Sleman, Sri Purnomo, Bupati Fak Fak Barat, Remigo Yolanda Berutu dan Bupati Bintan, Apri Sujadi.

Walikota Malang, Sutiaji menuturkan, daerahnya telah melakukan digitalisasi untuk pendidikan sejak 10 tahun lalu. Hal itu terlihat pada proses penerimaan siswa baru yang dilakukan secara online. Daerahnya juga sudah menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sejak 2 tahun lalu.

“Teknologi ini penting untuk mempermudah pekerjaan. Penerimaan siswa baru, misalkan, dengan memanfaatkan teknologi jadi lebih fleksibel dan efisien,” ucap Sutiaji seraya menambahkan Malang saat ini dikelilingi 16 perguruan tinggi, kendati bukan kota yang besar.

Hal senada dikemukakan Bupati Fak Fak Barat, Remigo Yolanda Berutu. Pihaknya saat ini tengah mengembangkan e-absensi untuk menekan angka siswa bolos sekolah. Teknolog itu dapat memantau keberadaan anak di sekolah.

“Jadi E-absensi itu terkoneksi dengan handphone orangtua murid. Begitu anak melakukan absensi, muncul notifikasi di telepon genggam orangtuanya bahwa anaknya sudah ada di sekolah. Termasuk waktu pulang, keberadaan siswa terpantau,” ucap Remigo menandaskan. (Tri Wahyuni)