Dukung PAUD, Tanoto Foundation Dirikan Rumah Anak SIGAP di 22 Lokasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Guna mendukung pendidikan anak usia dini (PAUD), Tanoto Foundation mendirikan rumah anak SIGAP di 22 lokasi yang tersebar di 3 wilayah. Rumah tersebut memiliki layanan pengasuhan untuk mendukung orangtua dan para pengasuh memiliki kecakapan dalam PAUD yang holistik dan integratif.

“Saat mengasuh tak boleh fokus pada pertumbuhan anak saja, tetapi perhatikan pula perkembangan otak sesuai dengan tahapan usianya,” kata CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo pada acara pembangunan dan renovasi Rumah Anak SIGAP secara virtual, Selasa (22/12/20).

Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jumeri dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Ellisa Sumarlin.

Satrijo menjelaskan, alasan TF mendukung pelaksanaan PAUD karena usia 0-5 tahun adalah usia emas (golden age) yang menjadi tahapan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Terutama dalam perkembangan fisik dan otaknya.

“Pusat Pengembangan Anak di Harvard University bahkan menyatakan 90 persen perkembangan otak anak terjadi sebelum ia menginjak usia 5 tahun. Fakta itu menjadi landasan bagi kami untuk memberi perhatian pada PAUD,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Satrijo, penting bagi otangtua dan pengasuh untuk memberi perhatian serius dalam pengasuhan anak di usia emas. Yaitu, pengasuhan yang tak hanya berfokus pada pertumbuhan anak, tetapi juga perkembangan otak sesuai dengan tahapan usianya.

“Periode emas dalam tumbuh kembang anak hanya terjadi sekali dalam kehidupannya. Mari kita optimalkan pengasuhan agar anak bisa tumbuh dan berkembang fisik maupun otaknya,” ucapnya.

Lewat Program SiGAP (Siapkan Generasi Anak Berprestasi), kata Satrijo, pihaknya ingin memastikan setiap anak Indonesia dapat berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Mereka nantinya diharapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan bermartabat.

Untuk mencapai tujuan besar itu, lanjut Satrijo, TF menitikberatkan pada 3 strategi pengembangan PAUD yang holistik dan integratif, yaitu penurunan angka stunting, peningkatan kualitas pengasuhan dan meningkatkan akses ke layanan anak usia dini yang berkualitas.

“Intervensi kepada anak usia di bawah tiga tahun melalui orang tua itu penting dilakukan. Sebab perkembangan anak pada usia tersebut akan menjadi dasar dari perkembangan anak pada tahap berikutnya.

“Program SIGAP mengembangkan model layanan Rumah Anak SIGAP untuk membekali keluarga dalam mengasuh anak usia 0-3 tahun, sesuai tahapan tumbuh kembang anak secara holistik integratif. Hubungan orang tua dan anak yang diperoleh dari stimulasi psikososial mendasari terbentuknya pertumbuhan positif pada anak,” tuturnya.

Ragam layanan yang tersedia di Rumah Anak SIGAP antara lain kegiatan pengasuhan bersama, kegiatan individu/ konsultasi keluarga (orang tua dan anak), kunjungan rumah dan beberapa kegiatan pendukung lainnya.

“Rumah Anak SIGAP nantinya akan dikembangkan di 3 wilayah yaitu Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Satrijo menegaskan.

Sementara itu Dirjen PAUD Dikdasmen Kemdikbud, Jumeri memberi dukungan terhadap pendirian Rumah Anak SIGAP, yang digagas Tanoto Foundation. Karena urusan pendidikan tak bisa ditangani pemerintah sendirian. Butuh partisipasi masyarakat agar pendidikan di Indonesia berkembang secara maksimal.

“Kemdikbud memberi apresiasi yang setinggi-tinggi kepada Tanoto Foundation yang telah membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengasuhan anak usia dini dan menekan angka stunting,” katanya.

Jumeri berharap Rumah Anak SIGAP dapat menjadi stimulan, khususnya bagi Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Pandeglang dan Propinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengasuhan anak usia dini secara holistik san integratif.

“Pendampingan dan layanan pengasuhan Rumah Anak SIGAP dapat dimanfaatkan secara profesional dan akuntabel, baik oleh guru, orang tua dan masyarakat,” tuturnya.

Ditambahkan, keberadaan Rumah Anak SIGAP akan memotivasi dan memacu para penggiat pendidikan anak usia dini, orang tua dan masyarakat agar tercapai anak Indonesia di masa depan yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Ellisa Sumarlin. Katanya, orangtua menjadi kunci keberhasilan anak di masa depan. Karena itu pentingnya pembekalan terhadap orang tua tentang pengasuhan yang baik.

“Program SIGAP yang diupayakan Tanoto Foundation selaras dengan program yang dijalankan TP PKK DKI Jakarta. Saya berharap, kedepannya makin banyak rumah anak SIGAP yang dibangun demi terwujudnya layanan PAUD berkualitas dan merata di DKI Jakarta,” kata Ellisa Sumarlin menandaskan. (Tri Wahyuni)