Dukung Penanganan Covid-19, BPPT Luncurkan Mobile Lab Biosafety Level 2

0
Kepala BPPT Hammam Riza. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Mobile Lab Biosafety Level (BSL)-2 untuk membantu penanganan corona virus disease (covid-19). Laboratorium dalam kontainer yang dapat dipindah-pindahkan itu memiliki kapasitas pemeriksaan sekitar 120 spesimen per 12 jam.

Kehadiran BSL-2 mendapat apresiasi dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional), Doni Monardo. Apresiasi itu disampaikan dalam acara peluncuran dan penandatanganan nota kesepahaman untuk pengadaan dan pemanfaatan produk inovasi covid-19, di Jakarta, Selasa (16/6/20).

Hadir dalam kesempatan itu Kepala BPPT Hammam Riza.

Doni meminta agar apa yang dilakukan BPPT dalam pengembangan tekonologi dapat terus dijalankan. Tak hanya bidang teknologi kesehatan saja, tetapi juga bidang lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat.

Doni menilai, hasil pencapaian BPPT dalam pengembangan teknologi sangat membanggakan. Karena selain melibatkan anak bangsa, juga dapat menjadi cikal bakal lahirnya para peneliti dan periset berstandar internasional.

“Kami bangga dengan hasil yang dicapai BPPT. Gugus Tugas Nasional akan memberi dukungan kepada BPPT, terutama para periset, peneliti agar bisa berkembang lebih hebat lagi,” kata Doni menegaskan.

Di tengah terjangan pandemi covid-19, BPPT yang berada di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi (Kemenristek/BRIN), mendapat amanah untuk menjadi bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. BPPT berada dalam sinergi kelembagaan lewat Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan Covid-19 (TFRIC-19).

Kepala BPPT, Hammam Riza menjelaskan, sinergi diwujudkan dalam ekosistem inovasi yang menghadirkan berbagai produk alat kesehatan buatan dalam negeri, untuk mengatasi wabah covid-19.

Salah satu inovasi yang dikembangkan BPPT bersama TFRIC-19 adalah membangun Mobile Laboratorium Bio Safety Level 2 (BSL-2), yang hari ini digelar pengoperasiannya untuk rangkaian swab test di Rumah Sakit (RS) Ridwan Meuraksa, Jakarta.

Ditambahkan, penerapan sistem dan tipe reagen yang digunakan, Mobile Lab BSL-2 ini mempunyai kapasitas pemeriksaan sekitar 120 spesimen per 12 jam. Mobile Lab BSL-2 itu juga dilengkapi 2 swab chamber.

“Kelengkapan alat itu diharapkan dapat memberi penguatan kapasitas pemeriksaan specimen covid-19 di wilayah DKI Jakarta,” ucapnya.

Selain itu, Lab Mobile BSL-2 juga dilengkapi dengan aplikasi Pantau covid-19 (PC-19) yang memudahkan masyarakat untuk melakukan swab test, registrasi online, serta jadwal waktu dan urutan untuk swab test.

“Untuk mendukung kelengkapan data dan proses pelaporan hasil, Lab Mobile BSL-2 ini juga dilengkapi aplikasi SIM BSL-2,” ujarnya.

Sebagai informasi, Mobile Lab BSL-2 adalah salah satu inovasi TFRIC-19 yang didesain putra putri Indonesia dalam waktu relatif singkat. Lewat semangat kebersamaan yang tinggi, para perekayasa berhasil mendisain Mobile BSL-2 dalam waktu 10 hari, dan proses manufaktur bersama mitra selama 19 hari.

Pengembangan Mobile Lab BSL-2 sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengujian covid-19. Adanya laboratorium portabel seperti itu, pengujian dapat dilakukan di berbagai daerah yang belum memiliki laboratorium standar BSL-2.

“Sampel Covid-19 dapat segera dianalisis, tanpa perlu mengirim sampel ke pusat atau ke kota yang lebih besar,” ujarnya.

Mobile Lab BSL-2 dibangun dengan memanfaatkan container 20 feed, laboratorium disain untuk 2 ruangan, yaitu anteroom dan main room Ruangan itu dilengkapi dengan negative pressure dan sistem interlock.

Didalamnya tersedia fasilitas Biosafety Cabinet, Autoclave dan PCR, serta peralatan pendukung lain sehingga membuat Lab BSL-2 dinilai memenuhi syarat Biosatey Level 2 plus (BSL 2 enhance).

“Dengan sistem yang diterapkan dan tipe reagen yang digunakan, mobile Lab BSL-2 mempunyai kapasitas pemeriksaan swab sekitar 120 spesimen per 12 jam,” tutur Hammam menandaskan. (Tri Wahyuni)