Dukung Semangat Berinovasi, Kemdikbudristek Kembali Gelar Anugerah Kihajar

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar).

Perhelatan tersebut untuk mendukung semangat berinovasi dan berkolaborasi di kalangan siswa, guru dan pemerintah daerah (pemda) dalam pembelajaran TIK.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya secara virtual mengatakan, saat ini transformasi teknologi digital telah dilakukan dengan mengedepankan platform pendidikan yang mengutamakan kebutuhan pemangku kependidikan, guru, kepala sekolah, dan kepala dinas.

“Kita telah membuktikan bersama teknologi digital bisa menunjang proses implementasi berbagai terobosan Merdeka Belajar lebih cepat dan efisien,” kata Nadiem di Jakarta, Rabu (30/11/22).

Mendikbudristek menambahkan, salah satu faktor yang dalam pengembangan transformasi digital adalah semangat para guru, pelajar, dan para pemerintah daerah (Pemda) untuk mengikuti berbagai pelatihan teknologi yang diadakan Kemdikbudristek.

Pelatihan itu seperti Program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK), Kihajar STEM (Science, Technology, Engineering and Math), serta materi-materi pembelajaran yang dibagikan melalui platform belajar.id.

“Lewat Anugerah Kihajar 2022, diharapkan dapat mendorong semangat belajar para peserta didik serta guru sebagai pembelajar sepanjang hayat dan penggerak perubahan,” ucap Nadiem.

Sementara itu, Kepala Pusdatin Kemdikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie mengungkapkan, guru dan dosen telah menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi yang berlangsung dua tahun terakhir ini.

“Transformasi itu dapat dilaksanakan karena ada kolaborasi dan gotong royong semua pihak,” ujarnya.

Karena itu, Pusdatin secara konsisten memaksimalkan semua potensi teknologi informasi dan komunikasi yang ada agar nyala api belajar para peserta didik dan pendidik tetap terjaga. Upaya itu ditempuh melalui kegiatan PembaTIK, Kihajar STEM, maupun belajar.id yang dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.

“Ada beberapa perbedaan penyebutan bagi guru terpilih melalui PembaTIK. Jika semula disebut ‘Duta Rumah Belajar’, kini menjadi ‘Duta Teknologi’,” tuturnya.

Hal itu karena meluasnya peran pendidik dalam menjawab kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi, khususnya selama dua tahun masa pandemi. Para pendidik menggunakan berbagai platform teknologi untuk proses belajar mengajar.

“Kami dari Pusdatin mencoba menghadirkan Profil Pelajar Pancasila yang dikreasi dalam sebuah aktivitas Kihajar tahun 2022. Menggunakan pendekatan STEM, mereka dilatih menjadi seorang pemecah masalah,” kata Hasan.

Tentang akun belajar.id, Hasan menjelaskan, Kemdikbudristek mampu membantu proses belajar mengajar secara daring seperti berbagi konten pembelajaran hingga menghasilkan konten-konten digital yang bisa digunakan sebagai sarana proses pembelajaran.

“Upaya pengembangan teknologi informasi adalah memaksimalkan semua potensi teknologi informasi dalam dunia pendidikan kita,” tutur Hasan.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbudristek, Nunuk Suryani memberi apresiasi kepada seluruh peserta. Karya yang dihasilkan siswa berkat bimbingan para guru hebat. Selain juga kepala daerah yang peduli atas penggunaan teknologi dalam pendidikan.

“Teknologi adalah bagian yang tak terpisahkan dari semua kebijakan Kemdikbudristek saat ini. Termasuk akselerasi peran guru penggerak,” katanya.

Sebagian besar Duta Teknologi adalah guru penggerak dari sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka. “Saya yakin kebijakan itu telah menghasilkan praktik baik dari guru dan siswa,” ucap Nunuk.

Berbagai praktik baik dipamerkan tiga peserta program PembaTIK, Kihajar STEM, dan Daerah Jawara Belajar.id.

Praktik baik pertama disampaikan Duta Teknologi Provinsi Jawa Barat asal SMAN 24 Bandung, yaitu Rolla Fardila. Ada 4 level yang sudah dilaluinya sejak menjadi Duta Teknologi pada Juni 2022 lalu.

“Keempat level itu adalah literasi, implementasi, kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi,” katanya.

Pada tahap berbagi dan berkolaborasi, Rolla berbagi praktik baik ke masyarakat umum melalui lokakarya bagi guru-guru untuk menyosialisasikan platform yang dibuat Kemdikbudristek.

Awalnya siswa kesulitan menggunakan aplikasi belajar.id, namun berkat bimbingan para guru akhirnya mereka berhasil. “Platform itu seperti memiliki flashdisk gratis untuk mendokumentasikan hasil karya. Mereka juga dapat berkolaborasi dengan teman-temannya dalam menyelesaikan tugasnya secara utuh,” ucapnya.

Rolla mengajak peserta didik untuk tetap menggunakan platform belajar.id, karena memiliki banyak manfaat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Praktik baik yang agak berbeda dilakukan tiga peserta didik asal Bandung, Jawa Barat yaitu Riane Athalia Talita, Yonada Sofia Danissa, dan Yosandro Reno Syahputra. Masuk dalam Tim Kihajar STEM SMPN 14 Kota Bandung, mereka membuat projek dengan menerapkan 4C (Collaboratif, Communicatif, Creatif, and Communication).

Rumah Hemat Energi menjadi projek yang dibuat dengan menggunakan solar sel dan lampu LED untuk menghemat energi. Diharapkan masyarakat kurang mampu memiliki rumah layak huni seperti desain rumah yang dirancang.

“Ayo, ikuti berbagai kompetisi. Jangan takut mencoba, bisa saja nanti kalian ketagihan untuk melangkah lebih jauh dengan projek yang dibuat,” ujar Rianie.

Sementara itu Deni Ranoptri, Duta Teknologi 2017 yang kini menjadi Kapten Daerah Jawara belajar.id asal Kalimantan Selatan. Katanya, pemanfaatan teknologi memang tak bisa ditawar lagi saat ini, tak terkecuali di bidang pendidikan.

“Belajar.id menjadi jawaban untuk membantu pendidikan bagi setiap daerah di Indonesia,” ucap Deni.

Program Daerah Jawara Belajar.id menjadi stimulus yang sangat baik, tak hanya aktivasi tapi juga pemanfaatan secara optimal. Berbagi, bersosialisasi serta semangat berkolaborasi lahir dalam memajukan pendidikan.

Berkat pemanfaatan platform belajar.id, berbagai inovasi dilakukan, salah satunya dalam pengelolaan pengelolaan administrasi guru dan sekolah.

Perhelatan Anugerah Kihajar 2022 dihadiri sejumlah guru dan siswa terpilih melalui berbagai kompetisi PembaTIK, Kihajar, dan Daerah Jawara Belajar.id. (Tri Wahyuni)