Dukung UKMK, Lazismu Gelar ‘Fashion Show’ Berbahan Eco-print

0

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menggelar fashion show bertema eco-print dengan pewarnanya dari bahan alami. Upaya itu merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan Lazismu bersama ibu rumah tangga.

“Program pemberdayaan ekonomi Lazismu menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran dana-dana ZISKa maupun program CSR dari mitra kami,” kata Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief dalam keterangan pers secara virtual, Senin (3/5/2021).

Fashion show digelar bersama sejumlah mitra Lazismu, antara lain Wardah, Unit Pengelola Zakat Permata Bank Syariah, Donasi Konsumen Alfamidi dan lain-lain.

Hilman menjelaskan, Lazismu menjalankan program pemberdayaan dengan memberi pelatihan kepada ibu rumah tangga untuk memproduksi material dengan bahan ecoprint. Produk tersebut menarik perhatian karena menggunakan bahan pewarna dan pola alami yang di dapatkan dari lingkungan sekitar.

“Pelatihan dilaksanakan sejak 2020 di beberapa kota, baik di Pulau Jawa, Aceh dan Batam. Hasil produksi dari pelatihan itu dipamerkan lewat berbagai kegiatan. Pameran mendapat apresiasi dari peserta baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Peminat luar negeri, lanjut Hilman, datang dari seorang ekspatriat dari Norwegia. Dan tak sedikit peminat produk jilbab dengan eco-print produksi ibu rumah tangga binaan Lazismu.

Pelatihan diberikan kepada ibu rumah tangga, kata Hilman, dengan harapan pekerjaan mereka bisa membantu perekonomian keluarga.

Hal senada dikemukakan Direktur Utama Lazismu, Sabeth Abilawa. Ia berharap pemberdayaan yang dilakukan Lazismu mampu meningkatkan semangat dan ekonomi peserta di tengah kondisi pandemi.

“Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program pemberdayaan perempuan ini. Semoga hasilnya dapat dinikmati masyarakat terutama peserta binaan Lazismu,” kata Sabeth.

Sementara itu Pupung Pursita selaku Penanggungjawab Program Pelatihan mengatakan, peserta pelatihan eco-print tak hanya dapat teknik membuat motif dari bunga dan daun pada kain, tetapi di atas media lainnya seperti kulit kambing, mug, kertas dan lainnya.

“Inovasi dalam pembuatan produk eco-print terus ditingkatkan, sehingga kami punya ciri tersendiri. Itu salah satu alasan krpana produk eco-print bisa menarik minat masyarakat,” kata Pupung yang telah melatih lebih dari 300 ibu rumah tangga untuk pembuatan kain dengan motif ecoprint.

Karena alasan itulah, Lazismu akan menggelar peragaan busana bertajuk “Hybrid Fashion Show (HFS) 2021 Ecoprint Back To Nature” di dua kota, yaitu Jakarta dan Yogyakarta. Acara digelar baik secara offline maupun online.

Di Yogyakarta, peragaan busana tersebut akan disiarkan dari Plaza UMY Boga (Kampus UMY) sementara dari Jakarta di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat.

Acara dilaksanakan pada Rabu (5/5/21) mulai pukul 10.00 – 11.30 WIB. Total busana yang diiperagakan lebih dari 50 koleksi dari para ibu peserta pelatihan dari Lazismu.

Sebagai peraga busana, tim Duta Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta juga ikut terlibat aktif dalam product branding dari Eco-print itu sendiri. Sehingga Eco-print bisa diterima oleh semua kalangan usia.

Tim Yogyakarta yang didampingi Puthut Ardianto telah melaksanakan pelatihan di lima kabupaten yaitu: Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogpo, Kabupaten Klaten, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Magelang. Masing-masing kabupaten menampilkan koleksi busana pria dan wanita dengan konsep “ready-to-wear collection”.

Masing-masing kelompok pelatihan juga menampilkan karyanya. Satu kelompok menyajikan 1 koleksi busana pria dan 1 busana wanita. Dalam membuat pakaian dengan kain Eco-print ini, peserta mengusung konsep “Eco-print as an Alternative Sustainable Lifestyle”.

Kata kunci sustainable itu dipilih karena produk Eco-print mendukung semangat keberlanjutan yang saat ini sedang dikampanyekan.

Puthut menyampaikan, selama pelatihan, peserta diberi edukasi tentang produk Eco-print dan cara pembuatannya yang tidak merusak alam. Mereka juga didorong menanam tumbuhan yang cco-printable sehingga bisa meminimalisir penggunaan plastik dalam proses pembuatannya.

Koleksi busana yang dibuat peserta juga mendukung kampanye bertajuk #sustainablefashion yaitu penggunaan kain serat alami, tidak memakai kancing plastik, menjahit tanpa vislin dan tidak menggunakan resleting.

Neni Herlina, selaku penyelenggara HFS 2021 mengaku banyak mahasiswa yang tertarik dalam HFS 2021. Karena mereka sadar bahwa HFS 2021 adalah program pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga yang harus didukung.

Acara peragaan busana rencananya akan dihadiri tokoh-tokoh pemberdayaan dan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, pemilik produk kosmetik Wardah, Nurhayati Subakat, Wardah mengapresiasi program pemberdayaan dan lingkungan melalui produk eco-print.

Perwakilan UPZ Permata Bank Syariah, Hadi Wijaya juga menyambut baik program yang dilakukan Lazismu. Program tersebut berdampak ekonomi terhadap sasaran dan lebih luas lagi bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Untuk menyaksikan acara tersebut secara online masyarakat dapat mendaftar melalui link https://bit.ly/RegistrasiHFS2021 atau menyaksikannya melalui chanel Youtube Lazismupusat pada 5 Mei 2021 pukul 10.00 sd 12.00 WIB. (Tri Wahyuni)