Dukungan KONI Jabar Minim, Juara Umum Kejurnas Woodball Diraih Jateng

0

JAKARTA (Suara Karya) : Dukungan biaya minim dari KONI Jabar, kontingen Jabar terpaksa mendudukki peringkat 3 mengumpulkan 3 medali emas dan 1 perunggu dalam Kejurnas woodball di Lapangan Monumen Pancasila Sakti, Yogyakarta.

Kejurnas woodball yang berlangsung mulai 1 hingga 4 Desember 2022, tampil juara umum atau meraih medali terbanyak diambil kontingen Jawa Tengah dengan mengumpulkan 5 medali emas, 4 perak dan 7 perunggu.

Tempat kedua diraih kontingen asal Provinsi Bali, mengumpulkan 3 medali emas, 5 perak dan 3 perunggu. Terpaut selisih 5 perak dan 2 perunggu atas Jabar, merupakan persaingan cukup sengit dari semua nomor yang dipertandingkan.

“Kami sangat menyayangkan, tim Jabar yang tampil dengan kekuatan penuh, hanya mendapat dukungan dana minim dari KONI Jabar. Hal itu yang membuat atlet dan pengurus berjibaku mencari dana tambahan agar bisa sampai tampil di Kejurnas Woodball,” tegas pengurus Pengprov IWbA Jabar yang tidak mau disebut namanya, kemarin.

Bahkan, para pengurus woodball Jabar sudah mengajukan dana yang minim atau sewajarnya. Namun masih saja belum di penuhi pengurus KONI Jabar dengan pertimbangan baru saja menggelar PORPROV Jabar XIV di sembilan Kabupaten/Kota.

Menuju Pra PON

Padahal tampil di Kejurnas adalah untuk persyaratan menuju Pra PON dan PON XXI di Aceh tahun 2024 mendatang. “Hal itu yang menjadikan kami tidak habis pikir, terpaksa iuran antara atlet dan pengurus” ungkapnya.

Sementara daerah lain yang juga berjuang meraih tiket ke Pra PON sebagai persyaratan menuju PON XXI di Aceh mendapatkan biaya yang sewajarnya.

Adapun daerah lain yang mendapat biaya yang sewajarnya dan menempati dibawah ranking Jabar diposisi keempat diambil Kontingen Aceh dengan 2 medali emas, diikuti Banten dengan 1 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Posisi keenam diambil Jatim dengan 2 perak, 2 perunggu tempat ketujuh diambil tuan rumah Yogyakarta dengan 1 perak, 1 perunggu. Tempat kedelapan DKI Jakarta dengan 2 perunggu dan kesembilan ditempati Sumatera Selatan dengan 2 perunggu, serta peringkat sepuluh diambil Lampung dengan 1 perunggu.

Sedang Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Papua belum ke bagian medali. Kendati begitu para Pengprov IWbA yang mengirim atletnya tampil di Kejurnas masih berpeluang turun di Pra PON.

“Pra PON rencananya digelar September 2023, dengan bagitu para atlet yang belum menyumbang medali bisa latihan optimal sekembalinya ke daerahnya masing – masing. Dengan harapan bisa meraih tiket menuju PON XXI yang rencananya digelar di Aceh 2024,” tegas Plt Ketua Umum IWbA, Cpt. Suhendar Wijaya.

Suhendar mengakui, setelah kejuaraan woodball sempat fakum karena pandemi covid – 19 para atlet ingin mencurahkan prestasi yang dimiliki. Hal itu yang membuat persaingan cukup ketat dalam Kejurnas di Yogyakarta.

Tampilnya 200 atlet lebih dalam Kejurnas kali ini kata Suhendar memberikan angin segar dalam pembinaan kedepannya. Semoga di Pra PON semua atlet dari 18 Provinsi bisa hadir untuk merebut tiket ke Pesta Olahraga Olahraga Nasional di Aceh. (Warso)