DWP Ditjen Diktiristek Sosialisasikan Permendikburistek PPKS

0

JAKARTA (Suara Karya): Dharma Wanita Persatuan (DWP) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemdikbudristek akan sosialisasikan Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi.

Mengingat, kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi pada umumnya membuat korban tidak berani untuk mengungkapkan kasusnya. Mungkin karena malu dan takut jika kasusnya akan mempersulit urusannya di dunia perkuliahan.

Permendikbudristek No 30 yang diterbitkan pada 31 Agustus 2021 itu diperuntukkan bagi sivitas akademika di perguruan tinggi. Diharapkan peraturan tersebut dapat menjawab kegelisahan banyak pihak, mulai dari orangtua, pendidik dan tenaga kependidikan, serta mahasiswa di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DWP Pusat Franka Makarim dalam webinar tentang sosialisasi Permendikbudristek No 30/2021, pada Selasa (6/12/22) menyebut, upaya pemberdayaan perempuan terkait isu kekerasan seksual akan mendorong perempuan mengenal dirinya sebagai perempuan.

“Membahas anti kekerasan seksual di perguruan tinggi, selain membangun ekosistem yang baik, dari segi niat dan landasan hukum juga sudah diberikan, maka kita harus jemput bola dengan cara mempercayai mereka yang menjadi korban,” ujar Franka.

Ia berharap DWP di seluruh Tanah Air dapat memperkaya informasi tentang bagaimana membantu korban saat melaporkan kasusnya, serta memberi dukungan emosional secara nyata agar korban pelecehan dapat sembuh dari traumanya.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Nizam menyampaikan, Permendikbudristek No 30/2021 diharapkan menjadi hujan yang menyegarkan di tengah kemarau yang panjang.

“Karena setelah Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 itu dikeluarkan, banyak kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus yang dilaporkan,” ujar Nizam.

Karena itu, Nizam menilai pentingnya sosialisasi Permendikbudristek No 30 tahun 2021 agar menjadi ‘landmark’ baru. Sehingga dipastikan kampus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan warga di perguruan tinggi.

Nizam berharap lahirnya satuan tugas PPKS di kampus bisa langsung melakukan proses atas kasus kekerasan seksual yang terjadi agar tak lagi menyesakkan batin mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Ketua DWP Kemdikbudristek Teti Aminudin mengatakan, hampir semua korban kekerasan seksual mengalami trauma psikis, yang berdampak luas pada kehidupan korban. Termasuk proses belajar yang seharusnya menjadi fokus utama.

“Hal itu diperparah oleh konstruksi sosial dan masyarakat yang menjalankan budaya patriarki. Sehingga perempuan sering ditempatkan pada posisi subordinat yang termarginalkan,” ucap Teti.

Ketua DWP Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek, Sri Saraswati Nizam berharap seminar tersebut tak hanya memberi manfaat bagi ibu dan keluarga di rumah, tapi juga ikut aktif mendukung implementasi Permendikbudristek yang baru berusia satu tahun tersebut.

Webinar terselenggara berkat dukungan DWP PTN se-Jabodetabek, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Terbuka. (Tri Wahyuni)