Eka Putra Wirya Tak Pernah “Kendur” Berikan Suntikan Semangat Pecatur yang Tampil di AYCC Bali 2022

0

JAKARTA (Suara Karya) : Dewan Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya “Tak Pernah Kendur” memberikan dukungan semangat bagi pecatur nasional yang tampil di Asian Youth Chess Championships di Grand Inna Hotel, Kuta, Bali 13 – 22 Oktober 2022.

“Saya mengucapkan selamat bagi atlet remaja yang meraih prestasi terbaiknya di Bali. Sementara bagi para pecatur yang belum meraih hasil yang memuaskan, dapat dijadikan cambuk dan pelajaran berharga untuk berlatih lebih gigih lagi, “jelas Eka Putra di Jakarta, kemarin.

Eka melanjutkan, para pecatur yang tampil di Bali, usianya masih muda dibawah 18 tahun. Dengan usia yang masih produktif dan panjang itulah dibutuhkan keuletan dan kegigihan dalam mengejar prestasi yang lebih cemerlang lagi di event – event internasional lainnya.

Untuk itu Eka berharap, semangat atlet tidak boleh kendur dan harus berjuang seoptimal mungkin untuk meraih cita – cita yang diharapkan dalam olahraga asah otak yang sudah menjadi pilihannya. Dengan harapan, kedepan mampu menandingi lawan yang pernah dihadapi di Asian Youth Chess Championships di Bali.

“Apapun prestasi yang diraih atlet nasional di Bali hendaknya dijadikan pelajaran berharga. Tampil di event akbar yang diikuti 20 negara kuat Asia merupakan suatu perhelatan yang dapat melatih mental tanding dan keberanian menghadapi lawan di permainan papan 64 petak itu, ” Papar Eka lagi.

Adapun hasil terakhir Asian Youth Chess Championships di partai standart, Vietnam masih merajai dan keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan 5 medali emas, 5 perak, 1 perunggu, disusul India 3 emas, 3 perak, 4 perunggu, dan Iran di urutan ke tiga 1 emas, 1 perak, 1 perunggu.

Meski Indonesia belum berhasil di posisi tiga besar, namun Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto merasa bangga dengan perjuangan para pecatur junior Indonesia.

“Penyelenggaraan turnamen seperti ini untuk meletakan fundamental bagi para pecatur kita kedepannya. Kalau berbicara catur di kawasan Asia, persaingannya cukup berat. Kita harus memberikan peluang pemain junior agar berani menghadapi para petarung hebat dari luar, ” ujarnya.

Utut melanjutkan, Asia memiliki banyak atlet sangat kuat. Bila tidak dimulai dari sekarang memberikan pelatihan yang baik, kesempatan pertandingan, dan membuat evaluasi terus-menerus, maka Indonesia akan tertinggal. “Siklus 3 hal tersebut harus dilakukan terus menerus, jangan sampai terputus. Contohnya penyelenggaraan turnamen AYCC ini, ” ujarnya.

Sementara di Catur Kilat, Indonesia memberikan hasil yang menggembirakan dengan memperoleh 3 emas, 3 perak, 10 perunggu.

Medali emas tersebut diraih oleh Laysa Latifah di nomor putri G16 (Individual) dan G16 Blitz team atas nama Laysa, Adeeba dan Salwa NaniaMaharani. nomor lain diraih pada nomor U16 tim yang direbut oleh pasukan catur Timnas dari Arfan Bagus Aditya dan teman -temannya Nayaka Budidharma dan Reynard Kristopher.

Laysa sukses meraih medali duo emas setelah mampu melewati para pecatur asing seperti Mongolia  Kazakhstan dan 2 babak terakhir melangkahi 2 pecatur tangguh Vietnam.

Laysa saling  berbantu dengan pecatur Jatim asal kota  Kediri Adeeba yang dendam menggilas lawan-lawan
berat dari Kazakhstan, India dan
tentu saja Vietnam, sehingga sukses meraih perak Individual G16. Hal ini didukung pecatur Surabaya Jatim Salwa Maharani. Ketiganya diganjar medali emas Tim G16.

Pasukan khusus catur dari Timnas Indonesia mampu merajalela di nomor catur kilat U16 yang diperkuat Adit (Arfan Bagus Aditya), Nayaka Aden (Karunia Bagus), Reynard, Fabian (dari Bali) mampu menorobos kekuatan  besar Vietnam yang tangguh.

Adit, Nayaka dan kawan-kawan bahu membahu menopang teman-temannya agar naik ke podium atas. Usaha mereka akhirnya diganjar medali emas tim U16 Catur Blitz.

Namun demikian, pasukan khusus ini rupanya masih kesulitan menahan  laju pecatur Vietnam yang sakti Vo
Pham Thien Phuc elo rating 2171 yang
akhirnya lolos meraih medali emas U16 catur Blitz Individual. Sedang perak diraih oleh pecatur andalan Kazakhstan
Malygin Vladislav yang meraih perak
individual.

Sayangnya beberapa peluang medali emas lepas  di kelompok U18 Open ketika pecatur pelatnas Zacky Diaulhaq di babak terakhir gagal menahan gempuran pecatur Mongolia Itgelt Khuyagtsogt yang akhirnya meloloskan duo Mongol ini meraih medali emas dan perak di nomor individual U16.

Sedangkan Zacky harus puas dengan medali perunggu, kendati sejak awal dia memimpin klasemen sampai 5 babak. Selain meraih perunggu individual Zacky juga meraih U16 Tim bersama teman-temannya (Raden dan Kemas) di kelompok ini.

Livi yang berjuang di G16 sempat menyodok ke puncak  setelah menaklukkan pecatur Vietnam namun terakhir tersungkur oleh pecatur India WFM Bhagyashree Patil yang  akhirnya meraih medali emas. Livi (Liuviann Cecilia Natalie) akhirnya meraih perunggu. (Warso)