Enam Bulan Belum Terima Tunjangan Serdos, 200 Dosen PTKIS di Banten Menjerit

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekitar 200 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Banten menjerit. Penyebabnya, mereka belum menerima tunjangan profesi sertifikasi dosen (serdos) sejak tahun lalu.

“Menjerit semua. Tunjangan yang tadinya menjadi harapan, ternyata macet,” kata Ahsan Sukroni Wakil Rektor Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten kepada media hari ini.

Sesuai aturan, lanjut Ahsan, seharusnya para dosen menerima tunjangan serdos paling lambat tiga bulan sekali. Faktanya, sudah lebih dari enam bulan, tunjangan belum juga diterima.

Kondisi demikian tidak hanya mengganggu operasional para dosen swasta. Lebih dari itu, tidak sedikit yang sudah merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, tolong segera dicairkan. Jangan ditahan. Apalagi tidak sedikit yang dapurnya sudah tidak ngebul,” jelas Ahsan.

Ahsan sendiri mengaku tak tahu, penyebab belum turunnya tunjangan serdos. Pasalnya, Kementerian Agama juga belum merespons surat yang dikirimkan Fakultas Agama Unma sekitar dua bulan lalu.

“Kami sudah berkirim surat, mempertanyakan mengenai tunjangan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada balasan,” jelasnya.

Untuk itulah para dosen juga menyampaikan aspirasi kepada Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, yang memang berasal dari daerah pemilihan Banten.

Menyikapi keluhan para dosen, lanjut Ahsan, Yandri berjanji akan menindaklanjuti dan mempertanyakan kepada Kemenag.

“Makanya juga menunggu tindak lanjut anggota dewan tersebut. Jika tidak juga membuahkan hasil, bukan tidak mungkin perwakilan dosen akan menghadap sendiri ke Kemenag untuk mempertanyakan persoalan ini,” jelasnya.

Begitu pun, lanjut Ahsan, para dosen tetap menjalankan tugas sebagai pengajar. Meski dalam kondisi yang terbatas, tidak mungkin melakukan mogok karena akan merugikan para mahasiswa.

“Kami malu jika harus melakukan mogok atau unjuk rasa. Tetapi tolonglah Kementerian Agama agar segera memberikan hak-hak para dosen swasta,” pungkasnya. (Pramuji)