Evaluasi Obyektif Kepemimpinan HR. Agung Laksono Ketua Umum Kosgoro 1957

0
Ketua PPK Kosgoro 1957, Isdiyono. (suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

Oleh: Isdiyono

Paparan ini bukan bermaksud untuk mengkultus individukan pribadi HR. Agung Laksono, tetapi menyajikan gambaran riil dan obyektif terhadap leadership-nya selama memimpin PPK Kosgoro 1957. Sehingga dapat diketahui dan diteladani oleh para penerusnya. Ia menjadi Ketua Umum sejak tahun 2003 hingga sekarang.

Musyawarah Pimpinan Nasional IV Kosgoro 1957 institusi tertinggi organisasi setelah musyawarah besar, yang digelar pada 9 November 2018 di Jakarta mengamanatkan bahwa musyawarah besar (Mubes) IV Kosgoro 1957 wajib diselenggarakan paling lambat bulan Maret 2020. Atas dasar itu, maka PPK Kosgoro 1957 harus segera membentuk Panitia Mubes tersebut.

Catatan penting bahwa HR. Agung Laksono kini telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Jauh sebelumnya, pada tahun 1999 (saat itu nama organisasinya masih Kosgoro) ia memperoleh anugrah pula dari negara, berupa Bintang Maha Putra Adipratama. Jabatan ini semua merupakan satu kehormatan bagi dirinya dan termasuk juga Kosgoro 1957, karena kedua-duanya (pribadi dan jabatan) tak dapat dipisahkan.

Mengacu kepada peraturan perundangan, khususnya sebagai Anggota Wantimpres, ia wajib meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957. Oleh karena itu, dinilai saat yang tepat untuk disampaikan evaluasi secara obyektif melalui media ini mengenai kemimpinan HR. Agung Laksono di Kosgoro 1957.

Sejak 2003 (Deklarasi Kosgoro 1957 tanggal 8 Februari 2003) hingga saat ini ia telah menunjukkan prestasi dan dedikasi yang tinggi serta penuh tanggung jawab. Dan berhasil pula membawa Kosgoro 1957 dalam jajaran Ormas Pendiri Partai Golkar menjadi organisasi yang mumpuni. Organisasi kosgoro 1957 ini telah mampu menyumbangkan pikiran-pikiran yang baik dan merealisasikannya bagi partai berlambang beringin itu. Oleh karenanya HR. Agung Laksono terpilih menjadi Ketua Dewan Pakar Partai Golkar hingga sekarang.

Merupakan kenyataan pula bahwa dalam periode kepemimpinannya, Kosgoro 1957 pernah dilanda kemelut perpecahan dengan dilahirkan Kosgoro 1957 Tandingan oleh beberapa kader Kosgoro 1957. Masyarakat luas pun menyaksikan adanya Dua Kosgoro 1957 kala itu. Perpecahan itu hampir melanda Kosgoro 1957 di beberapa daerah. Tetapi berkat pendekatan kepada pimpinan Kosgoro 1957 Tandingan itu, yang dilandasi oleh Tri Darma Kosgoro , Pengabdian, Kerakyatan dan Solidaritas yang tinggi dari semua fihak, maka dapat dipersatukan kembali dalam Organisasi Kosgoro 1957 sehingga kini organisasi ini berhasil menjadi satu kembali dan solid.

Upaya lain, dalam kepemimpinannya Agung Laksono mampu pula mendorong beberapa kader yang mumpuni menjadi pimpinan lembaga tinggi negara, misalnya Setyo Novanto, Bendahara Umum Kosgoro 1957 berhasil menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar yang kemudian ia terpilih pula untuk menduduki jabatan Ketua DPR RI. Kader lainnya, Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro 1957 yang kemudian ditetapkan menjadi salah satu Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Perindustrian dan sekarang dipercaya pula menjadi Menteri Koodinator Bidang Perekonomian. Iapun dipilih untuk memimpin (Ketua Umum) DPP Partai Golkar dan dibantu oleh banyak kader Kosgoro 1957.

Kader Kosgoro 1957 lainnya, Zaenudin Amali yang ditugasi menjadi Wakil Ketus Umum PPK, dipecaya pula menjadi Menteri Pemuda dan Oleh Raga. Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal PPK Jefry Sambuaga juga ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, menjadi Wakil Menteri. Penugasan-penugasan kepada para kader tersebut juga merupakan penghargaan kepada organisasi masyarakat (Ormas) Pendiri Partai Golkar.

Di Institusi legislatif (DPR RI) cukup banyak kader Kosgoro 1957 yang memperkuat Fraksi Partai Golkar. Salah satunya, Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 dipilih menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Demikian pula di daerah-daerah cukup banyak juga kader Kosgoro
1957 yang dipilih oleh masyarakat menjadi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati/Wali kota atau wakilnya.

Selain itu, ada pula yang terpilih menjadi Ketua DPRD atau Wakil Ketua di tingkat provinsi dan kabupaten atau tingkat kota. Dan, masih banyak lagi kader Kosgoro 1957 yang berhasil menduduki jabatan dibidang politik di lingkungan partai berlambang beringin. Presentasi ini semua memberikan gambaran bahwa kepemimpinan HR. Agung Laksono dinilai baik, dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dalam arti yang sebenarnya, tanpa membedakan suku, agama dan asal usul kader, ia merealisasi kepemimpinan organisasi dengan baik.

Bukan di bidang itu saja karyanya. Namun, dibidang lainpun ia tekuni dengan sungguh-sungguh. Di sektor lainnya dilakukan juga. Ia membina perguruan tinggi yakni Institut Binis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBIK) di Lenteng Agung Jakarta Selatan. Kampusnya milik sendiri dan cukup megah. Hingga sampai saat ini mempunyai ribuan mahasiswa dan mahasiswi. Dan, telah pula berhasil meluluskan ratusan sarjana. Namun demikian, disampimg keberhasilannya, sesuai dengan kodratnya sebagai manusia, pasti memiliki kekurangan.

Kembali ke Mubes Kosgoro 1957 yang harus digelar paling lambat Maret 2020, HR. Agung Laksono tidak mungkin dapat dipilih kembali menjadi Ketua Umum PPK Kosgoro 1957. Kita harus menerimanya dengan legowo dan tidak melawan arus. Kepemimpinan nasional Kosgoro 1957 wajib ditentukan sendiri oleh peserta mubes siapa calon-calon itu harus kader Kosgoro 1957.

Perlu dipahami secara sungguh-sungguh oleh para peserta mubes, pasti tidak mungkin mencari Ketua Umum seperti kualitas yang dipunyai oleh HR. Agung Laksono, tetapi bisa mendekati kualitas kualitasnya sebab di dunia ini tidak ada diciptakan manusia yang sama dan sebangun, dan pasti akan berbeda. Namun, seyogyanya dapat meneladani prestasi pemimpin terdahulu dan tidak melupakan sejarah masa lalu (jas merah). Yang dinilai baik yang patut ditiru bahkan ditingkatkan untuk dilestarikan, sedangkan yang dianggap buruk, wajib ditinggalkan.

Pada sisi lain kita perlu mengetahui pula bahwa kedudukan Kosgoro 1957 sampai dewasa ini, berkat karya-karya politik dan karya lainnya oleh HR. Agung Laksono (bisa jadi) berhasil menjadi yang terbesar bila dibandingkan dengan Ormas Pendiri lainnya di partai Golkar. ***

Penulis adalah Ketua PPK Kosgoro 1957