Faber-Castell Beri Hadiah ke 26 Siswa dan Guru Pemenang Kompetisi

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Perusahaan alat tulis terbesar dan tertua di dunia, Faber-Castell memberi hadiah dana pendidikan kepada 26 siswa dan guru, pemenang tiga kompetisi yang digelar dalam satu tahun terakhir ini. Total dana yang diberikan mencapai Rp270 juta.

“Karena pandemi corona virus disease (covid-19), hadiah yang semula diberi dalam bentuk karya wisata di dalam dan luar negeri, dialihkan dalam bentuk uang tunai. Jumlahnya mencapai Rp270 juta,” kata Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen dalam keterangan pers secara virtual, Senin (7/9/20).

Richard menjelaskan, tiga kompetisi yang digelar Faber-Castell selama periode 2019 hingga 2020 adalah Family Art Competitions (FACT), Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC). Sejumlah kegiatan terpaksa dihentikan lebih cepat, untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Komitmen Faber-Castell mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan peserta kegiatan, yang didominasi anak dan keluarga. Hal itu membuat sejumlah kegiatan berskala nasional terpaksa dihentikan sebelum jadwal seharusnya,” tuturnya.

Richard mencontohkan acara Family Coloring Competition (FCC), kegiatan mewanai untuk siswa PAUD/TK tersebut. Terget pelaksanaan di 89 kota, namun berhenti di 67 kota ketika pandemi covid-19 mulai masuk Indonesia. Begitupun acara Family Art Competition (FACT) yang terlaksana di 22 kota dari 37 kota yang direncanakan.

“Sementara itu, kegiatan kreasi untuk guru, yaitu Teacher Competitions (TC) juga dihentikan ketika baru berjalan di 37 kota,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Richard, Faber-Castell tetap komitmen untuk memberi apresiasi kepada pemenang kompetisi. Hadiahnya tidak berupa karya wisata seperti dijanjikan semula, tetapi dikonversikan dalam bentuk uang tunai untuk dipakai sebagai dana pendidikan.

Pemenang nasional untuk Family Art Competitions (FACT) sedianya hadiah berupa wisata ke Disneyland Hongkong. Hadiah untuk pemenang Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC) adalah wisata domestik ke Pulau Dewata Bali maupun Danau Toba.

“Dana pendidikan bagi pemenang FACT diberikan Rp20 juta per orang, belum dipotong pajak. Jumlah pemenang ada 5 orang. Untuk pemenang FCC diberi Rp10 juta per orang, belum dipotong pajak. Jumlah pemenang ada 12 orang. Bagi pemenang TC, diberikan Rp5 juta per orang, belum dipotong pajak. Jumlah pemenang ada 9 orang,” ucapnya.

Dijelaskan, proses penjurian dilakukan di Kantor Faber-Castell Surabaya, Jaww Timur pada 4 Agustus 2020 lalu. Penjurian dilakukan secara terbuka, yang melibatkan juri profesional, salah satunya perwakilan dari Institut Teknik Surabaya (ITS) dan disaksikan oleh notaris.

“Penilaian terhadap pemenang di dasarkan pada komposisi dan variasi warna, kreativitas, teknik pewarnaan, kerapihan dan kebersihan. Indentitas peserta dirahasiakan, sehingga juri hanya fokus pada hasil karya,” tutur Richard.

Ditambahkan, Faber-Castell juga terus mendorong kreativitas di kalangan siswa dan guru di masa pandemi. Satu diantaranya adalah pelatihan seni, yang diselenggarakan secara digital.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Muhammad Hasbi dalam kesempatan yang sama mengatakan, anak adalah aset bangsa yang paling berharga.

“Memberi perhatian terhadap pendidikan anak sejak dini, kita telah melakukan investasi terbaik yang pernah ada,” ucapnya menegaskan.

Ditambahkan, mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas tidak saja secara eksklusif menjadi kewenangan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, stakeholders termasuk dunia usaha.

“Kemdikbud menyambut baik dan memberi apresiasi kepada Faber-Castell yang ikut andil dalam dana pendidikan untuk guru PAUD terpilih dan anak-anak yang menunjukkan kreativitasnya. Karena di era disrupsi inovasi saat ini, kreativitas menjadi kunci untuk berhasil,” ucapnya menegaskan.

Lewat pendidikan anak usia dini, lanjut Hasbi, kita ditantang untuk menyiapkan anak-anak yang bisa memiliki kemampuan memecahkan masalah, kritis, analitis, berinovasi dan dapat beradaptasi untuk hal-hal baru yang tidak terduga.

“Memberi anak kesempatan untuk bebas berkarya adalah kunci utamanya. Misalkan, bebas menggambar sesuai imajinasinya. Izinkan anak menikmati proses saat ia mencorat coret gambar dan memberi warnanya. Berikan kepercayaan padanya bahwa ia dapat melakukannya sendiri,” ujarnya.

Kita, kata Habis, sebagai guru, orang tua atau orang dewasa di dekatnya dapat memberi dukungan dengan memberi fasilitas yang anak butuhkan. Kemerdekaan untuk berpikir, berkarya, dan bereksplorasi akan menumbuhkan kepercayaan diri dan karakter kuat pada anak.

“Hal semacam itu sangat dibutuhkan anak agar mampu hidup di masanya yang penuh ketidakpastian namun juga penuh dengan kesempatan,” ucap Hasbi menandaskan. (Tri Wahyuni)