Faber-Castell Kembali Gelar Lomba Mewarnai bagi Siswa SD-TK

0

JAKARTA (Suara Karya): Perusahaan alat tulis, Faber-Castell kembali menggelar lomba kreativitas bertajuk Family Art Competitions untuk siswa sekolah dasar (SD) kelas 1-4. Kompetisi berlangsung mulai Oktober 2018 hingga April 2019.

“Pemenang lomba tahun ini, kami ajak wisata ke Thailand. Tahun depan, wisata ke Disneyland, Hongkong,” kata Manager Produk PT Faber-Castell International, Richard Penelewen dalam acara pelepasan 8 orang pemenang Family Art Competitions 2017 keThailand, di Jakarta, Selasa (2/10).

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Pembinaan SD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Khamim.

Richard menjelaskan, Family Art Competitions merupakan agenda tahunan yang dilakukan sejak 2012 lalu. Kompetisi itu diharapkan menjadi pendorong bagi siswa untuk menyalurkan bakat seninya. Selain juga membangun kebersamaan antar keluarga.

“Karena kompetisi ini tak hanya dilakukan siswa, tetapi juga bersama orangtuanya dengan menggunakan produk connectorpen keluaran Faber-Castell,” ujar Richard seraya menambahkan kompetisi itu akan digelar di 35 kota di Indonesia.

Perhelatan Family Art Competition, lanjut Richard, merupakan bagian dari program yang digulirkan Faber-Castell lewat sosial media dengan tagar (hashtag) Art4All. Karena berbagai penelitian menunjukkan seni dan kreativitas bisa dilakukan semua usia.

“Kegiatan bersama ini menjadi penting, ditengah maraknya digitalisasi media saat ini. Hal itu dapat meningkatkan kualitas hubungan anak dalam keluarga,” tutur Richard

Untuk tingkat taman kanak-kanak (TK), lanjut Richard, lomba bertajuk Family Colouring Competitions itu akan digelar lebih semarak di 61 kota di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, 96 kota akan menjadi pelaksana dua lomba yang digagas Faber-Castell.

“Animo siswa mengikuti lomba dari tahun terus meningkat. Saat awal lomba ini dibuka, peserta yang mendaftar 5.500 orang dari 11 kota. Kini pesertanya mencapai 36.552 yang tersebar di 32 kota di Indonesia,” kata Richard menandaskan.

Direktur Pembinaan SD, Khamim menyambut baik upaya yang dilakukan. Faber-Castell. Karena anak butuh wadah lomba-lomba semacam Family Art Competitions untuk meningkatkan bakat seninya.

“Kemampuan seni maki terasah lewat lomba-lomba. Kami berharap, upaya yang dilakukan Faber-Castell ini bisa dicontoh perusahaan swasta lainnya,” kata Khamim menegaskan.

Terlebih, lanjut Khamim, pembelajaran seni dan budaya di sekolah belum optimal. Di jenjang SD, misalkan, mata pelajaran seni diajarkan selama 32 jam per minggu untuk kelas 1, selama 34 jam per minggu untuk siswa kelas 2 dan 36 jam untuk kelas 3 keatas.

“Pembelajaran seni selama 32 jam per minggu untuk siswa kelas 1 SD sebenarnya cukup. Hanya materinya saja yang perlu ditingkatkan. Karena ada masih ada sekolah yang minim guru keseniannya,” kata Khamim menandaskan. (Tri Wahyuni)