Fahira Idris: Segala Bentuk Pelonggaran Kegiatan Harus Berkala, Tepat dan Terukur

0
Fahira Idris, anggota DPD RI asal DKI Jakarta. (Suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Segala bentuk pelonggaran kegiatan baik variannya maupun skalanya harus dilakukan secara berkala, tepat dan terukur.

Hal itu diungkapkan Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris dalam siaran persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, yang diterima Selasa (5/10/2021).

“Secara berkala artinya pelonggaran harus dimulai dari kegiatan-kegiatan yang esensial terlebih dahulu untuk kemudian dievaluasi efektivitasnya. Jika memang di lapangan berjalan baik, baru kemudian merumuskan kebijakan pelonggaran untuk kegiatan lainnya,” kata Fahira Idris.

Kebijakan pelonggaran kegiatan dan mobilitas, lanjut Fahira, juga harus tepat terutama dari sisi waktu atau timing. Artinya, harus ada jeda waktu yang cukup antara selesainya gelombang kedua dengan kebijakan pelonggaran kegiatan dan mobilitas.

“Jeda waktu ini penting untuk menguatkan pondasi mitigasi dan memastikan tingkat penularan benar-benar turun tentunya sesuai dengan data yang akurat dan komprehensif,” ucapnya.

Selain itu, kebijakan pelonggaran kegiatan selama pandemi juga harus terukur agar tidak menjadi pemicu penambahan kasus positif baru. Artinya, kebijakan pelonggaran dilakukan karena semua prasyarat sudah terpenuhi misalnya implementasi test, tracing, treatment (3T) sudah sesuai standar, tingkat positivity rate harian turun di bawah standar yang ditetapkan WHO, cakupan vaksinasi sudah tinggi dan disiplin masyarakat jalan protokol kesehatan semakin baik.

“Jadi kunci melakukan pelonggaran kegiatan apalagi kegiatan skala besar harus dilakukan secara berkala, tepat dan terukur. Menghadapi pandemi ini memang butuh kesabaran ‘tingkat tinggi’ dan ketelitian yang mendalam agar situasi yang sudah cukup baik ini semakin terus membaik. Tidak apa-apa kita terlalu berhati-hati yang penting kita terhindar dari gelombang-gelombang selanjutnya sehingga secara berangsur kita bisa kembali menata kehidupan di berbagai bidang,” pungkas Senator Jakarta ini.

Fahira Idris menyikapi Covid-19 yang masih ada dan penularan masih terjadi dengan segala bentuk pelonggaran, maka kegiatan terlebih yang masuk skala besar dan mobilitas yang tinggi harus dirumuskan dan diputuskan dengan hati-hati agar situasi pandemi yang kini terkendali bisa terus semakin membaik.

Dia mengatakan, upaya Pemerintah dan dukungan penuh masyarakat melandaikan kasus positif dan laju penularan Covid-19 setelah dihantam gelombang kedua pada Juni-Agustus 2021 patut mendapat apresiasi.

“Kerja keras pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha dan para pemangku kepentingan terkait yang didukung kedisiplinan tinggi masyarakat jalankan protokol kesehatan membuat situasi pandemi di Indonesia mulai berangsur membaik dan terkendali,” paparnya.

Namun, kata dia tantangan ke depan masih menghadang karena Covid-19 masih ada dan masih memiliki kemampuan untuk menular. (indra)