Farmasi dan Teknik Informatika jadi Prodi Favorit SNMPTN 2020

0

JAKARTA (Suara Karya): Farmasi dan teknik informatika menjadi program studi (prodi) favorit untuk bidang sains dan teknologi (saintek) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Negeri (SNMPTN) 2020. Untuk bidang sosial humaniora (soshum), prodi pilihan tetap pada ilmu manajemen dan ilmu komunikasi.

“Keketatan prodi itu terjadi karena daya tampung sedikit, tetapi peminatnya sangat banyak,” kata Ketua Lembaga Tes masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Nasih dalam konferensi pers jarak jauh, Rabu (8/4/20).

Hadir dalam kesempatan itu, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Prof Nizam, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan, Kemdikbud, Abdul Kahar dan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof Jamal Wiwoho.

Prof Nasih yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menjelaskan, keketatan prodi farmasi terjadi di Universitas Diponegoro, Universitas Negeri 11 Maret Solo, Universitas Syiahkuala, Universitas Padjajaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Lampung dan Universitas Hasanuddin.

“Peminat fakultas kedokteran sebenarnya masih tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya sekarang peserta sudah sadar diri, ketika nilainya tidak mumpuni untuk masuk kedokteran, mereka akan memilih prodi lain yang peluangnya lebih besar,” ujarnya.

Untuk prodi Teknik Informatika terjadi di Universitas Padajajaran, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Malang.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, teknik informatika selalu jadi favorit. Prodi yang paling banyak dicari di era digital,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, LTMPT siang tadi mengumumkan nama 96.496 peserta SNMPTN yang lolos seleksi tahun ini. Jumlah siswa yang layak ikut seleksi tahun ini ada 561.521 orang. Dari jumlah itu, hanya 489.601 peserta yang finalisasi.

Ketua LTMPT meminta pada para peserta yang lolos seleksi untuk memantau waktu pendaftaran agar tidak kehilangan kursinya. Proses pendaftaran dilakukan secara online, guna menghindari terjadi kerumunan orang selama pandemi covid-19 saat ini.

“Kami minta pada para peserta yang lolos seleksi untuk memantau terus, waktu pendaftaran ulang, agar namanya bisa segera tercatat. Karena setiap kampus waktu pendaftarannya beda-beda. Jika abai, maka kesempatan kuliah di PTN akan hilang,” kata Nasih menandaskan. (Tri Wahyuni)