Ferdinand Minta Polri Beberkan Identitas Pelaku Pungli Tanjung Priok

0

JAKARTA (Suara Karya): Aktivis Sosial Politik Hukum Nasional Ferdinand Hutahaean, meminta Polri membeberkan dengan jelas otak dan para pelaku pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal ini, untuk meminimalisasi saling tuduh antara pekerja di wilayah tersebut.

“Pelabuhan Tanjung Priok itu ada beberapa perusahaan yang menjadi operator, bukan hanya Pelindo 2 yang ada disana. Bahkan sekitar 60% operasional pelabuhan di Tanjung Priok itu dilakukan swasta, hanya sekitar 40% nya dipegang oleh Pelindo 2 sebagai BUMN,” kata Ferdinand di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan, jangan sampai Pelindo 2 menjadi tertuduh tunggal dipublik padahal pelaku sesungguhnya ternyata bisa saja bukan karyawan Pelindo.

Diketahui, sejak ramainya berita tentang pungli yang dikeluhkan oleh operator atau supir truk angkutan distribusi barang yang keluar masuk pelabuhan, Polisi tampak aktif menindak lanjuti perintah Presiden kepada Polisi saat menelpon langsung Kapolri diacara vaksinasi massal supir truk di pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita patut mengapresiasi langkah Polri ini karena memang premanisme yang melakukan pemalakan dan pemerasan terhadap supir truk angkutan yang banyak terjadi diluar lokasi pelabuhan harus dibasmi dan dibersihkan. Alur distribusi barang harus sehat sehingga distribusi lancar dan baik,” katanya.

Terbaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang disampaikan oleh Kapolres AKBP Putu merilis penangkapan terhadap 8 pelaku pungli di pelabuhan yang sedang bekerja pada sift malam dengan temuan barang bukti uang sebesar Rp.1.280.000. Kita apresiasi juga apa yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan ini sebagai sebuah upaya yang positif memberantas perilaku negatif dan koruptif di pelabuhan.

Pelindo 2 sepanjang yang kita ketahui telah menjalankan operasinya dengan mengikuti sistem ISO 37001 anti korupsi dan suap dengan standar Internasional. Apabila ada pekerja yamg tertangkap melakukan korupsi maka akan langsung diberhentikan dan pimpinannya diberikan sanksi.

Jadi dugaan kuat para pelaku bukanlah pekerja atau karyawan Pelindo. Namun apakah operator lain di Pelabuhan sudah melakukan hal yang sama? Kita tidak tau.

“Sekali lagi intinya adalah, Ada baiknya Polri menyampaikan informasi lebih lengkap jika melakukan penangkapan di dalam pelabuhan. Pelaku karyawan perusahaan apa? Lokasi penangkapan diwilayah kerja perusahaan apa? Ini perlu agar masyarakat mendapat informasi yang valid dan tidak mecemari pihak lain yang tidak terlibat,” ujarnya. (Bayu)