Festival Banjar 2019 Angkat Tradisi Pasar Terapung

0

JAKARTA (Suara Karya): Festival Banjar 2019, mengangkat tradisi Pasar Terapung sebagai tema utama acara. Penyelenggara mengklaim, Pasar Terapung yang terdapat di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini lebih indah dibandandingkan dengan Pasar Terapung di Thailand.

“Kami berharap tradisi Kalsel ini juga bisa mendunia, dan membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat dan penerintah daerah,” kata Ketua Panitia Festival Banjar 2019, Dr Rosiyati Thamrin, Jumat (19/7/2019).

Rosiyati mengungkapkan, tak hanya makanan tradisional yang menjadi ciri khas 13 Kabupaten/kota yang ada di Pasar Terapung, Kalsel, tetapi aneka kerajinan tangan masyarakat juga menjadi hal unik yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Guna menduniakan Pasar Terapung, Pemprov Kalimantan Selatan terus berupaya mempromosikan wisata Pasar Terapung tersebut. Banyak cara dilakukan, salah satunya melalui Festival Banjar. Acara yang digelar untuk kedua kalinya tersebut melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Dinas Perdagangandan Pemerintah Daerah dari 13  Kabupaten/Kota.

“Kami membawa Pasar Terapung ke Kota Jakarta, supaya masyarakat dari manapun bisa melihat dan mendapat gambaran seperti apa Pasar Terapung yang kami punya,” kata Rosiyati.

Dijelaskannya, Pasar Terapung merupakan sebuah pasar tradisional yang letaknya di atas sungai Barito dan buka antara pukul 06.30 sampai pukul 08.00 WIT. Para pedagang dan pembeli yang ada disini kesemuanya menggunakan sarana transportasi jukung (perahu) untuk menjajakan dan mencari barang dagangannya.

Menurut dia, biasanya para wisatawan yang datang ke Kota Banjarmasin pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar terapung ini karena pasar ini merupakan pasar unik yang hanya ada satu di Indonesia yaitu di Kota Banjarmasin.

Dengan demikian lanjut Rosiyati, untuk lebih mengenalkan tradisi Pasar Terapung khas Banjarmasin ke masyarakat Indonesia dan manca Negara, festival Banjar perlu dijadikan program rutin tahunan Pemprov Kalsel.

Tak hanya mengundang masyarakat umum, dalam gelaran yang dibuka resmi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan tersebut juga dihadiri dubes dan tamu dari Negara asing. Tujuannya, agar promosi wisata Kalimantan Selatan tidak sebatas lingkup nasional tetapi juga manca Negara.

Rosiyati berharap setelah dilakukan berbagai promosi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalsel akan mengalami kenaikan secara signifikan. Tentunya ini harus dibarengi dengan kesiapan masing-masing kabupaten/kota baik secara infrastruktur, SDM maupun paket-paket wisata yang akan dijual.

Untyk diketahui, Festival Banjar 2019 berlangsung 19-21 Juli 2019 dengan agenda kegiatan mulai dari atraksi replica Pasar Terapung, karya seni rupa instalasi pertunjukan Doa bagi Bumi, penampilan seni, silaturahim Bubuhan Banjar Sedunia, bazzar dan expo, bandandaman kuliner Banjar, pentas seni budaya Banjar dan Dayak Meratus, karnaval budaya Banjar dan Dayak Meratus, serta atraksi pembangunan mahligai tuntung sehari.(Pramuji)