FLS2N Kembali Digelar, Dorong Siswa Tetap Prestasi di Masa Pandemi

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), guna mendorong siswa tetap berprestasi di masa pandemi.

Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Suharti dalam sambutan pembukaan FLS2N secara daring, Rabu (1/9/21) memberi apresiasi kepada guru, pembimbing, orangtua, dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek yang berpartisipasi aktif dalam perhelatan tersebut.

“Lomba-lomba semacam ini penting untuk menanamkan semangat juang pada anak. Karena bibit tak akan tumbuh dengan baik, jika tidak disirami secara rutin serta didukung lingkungan yang membuatnya lebih kuat,” katanya.

Ditambahkan, kemampuan di bidang seni merupakan aktualisasi diri yang tidak muncul dengan sendirinya. Kemampuan itu harus digali dan menjadi gaya hidup untuk tumbuh dan dan berkembang.

“Untuk memiliki kemampuan di bidang seni, siswa selain berlatih juga harus berkompetisi dengan siswa lainnya. Sehingga kemampuan siswa dalam bidang terus berkembang,” ujarnya.

Untuk itu, Suharti berharap kepada para seniman muda untuk menciptakan kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga tercipta kesenian yang baru. Siswa selepas lomba juga dapat membentuk jejaring dan simpulan dengan seniman muda lainnya untuk kemajuan seni dan budaya Indonesia.

“Kami berharap, para siswa tak sekadar berkesenian, tetapi bisa mengembangkan seni dan budaya,” kata Suharti menegaskan.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbudristek, Judi Wahjudin mengatakan, seni dapat meningkatkan imun tubuh di masa pandemi ini, sehingga tercipta energi positif.

“Mari kita maknai seni sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan, gagasan, kreativitas melalui bahasa seni, baik itu seni tari, seni kriya, maupun pertunjukan puisi dan lagu. Sejatinya ada pesan inspiratif yang disampaikan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puspresnas, Kemdikbudristek, Asep Sukmayadi menjelaskan, FLS2N adalah ajang kompetisi bidang seni yang diikuti peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Pendidikan Khusus (Diksus).

Peserta FLS2N tahun ini berjumlah 1.883 siswa dengan total karya yang masuk ke panitia sebanyak 1.220 karya.

Pada jenjang SD ada 5 jenis kesenian yang dilombakan, antara lain seni tari, menyanyi tunggal, kriya anyam, gambar bercerita dan pantomim yang diikuti 256 siswa dengan 160 karya.

Di jenjang SMP, ada 5 lomba kreativitas tari, lomba menyanyi solo, gitar duet, musik tradisional, dan desain poster yang diikuti 467 siswa dengan 167 karya. Untuk jenjang SMA, peserta ada 414 siswa dengan 369 karya, yang terdiri dari 11 lomba seni yaitu baca puisi, cipta lagu, desain poster, film pendek, gitar solo, komik digital, kriya, monolog, tari kreasi, vokal solo putra, dan vokal solo putri.

Peserta SMK yang terdaftar dalam lomba sebanyak 405 siswa dengan 281 karya. Ada 8 lomba seni, antara lain menyanyi solo, gitar solo, film pendek, monolog, tari tradisional, musik tradisi daerah, cipta lagu, dan seni lukis.

Untuk SDLB ada lomba menyanyi dan melukis. Sedangkan SMPLB dan SMALB ada lomba cipta baca puisi, cipta komik strip, desain grafis, melukis, menari, menyanyi, MTQ dan pantomim. Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 341 siswa dengan 243 karya.

Seperti tahun sebelumnya, FLS2N 2021 juga diikuti peserta didik dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) mulai jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Peserta SILN sebanyak 99 siswa dari jenjang pendidikan dasar dan 61 siswa dari jenjang pendidikan menengah.

Disebutkan, SILN yang berpartisipasi dalam FLS2N 2021 dari Saudi Arabia, Malaysia, Filipina, Thailand, Mesir, Myanmar dan Singapura.

FLS2N tahun ini melibatkan 355 juri di tingkat daerah dan 150 juri tingkat nasional yang terdiri dari para seniman, budayawan, akademisi dan praktisi.

Tahun ini, lanjut Asep, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Kemdikbudristek memberi apresiasi kepada para juara melalui program beasiswa pendidikan pada perguruan tinggi baik itu untuk jenjang sarjana (S1) maupun magister (S2). Adapun beasiswa prestasi di bidang seni, bahasa, literasi disiapkan untuk 39 siswa.(Tri Wahyuni)