Fokus 3 Sektor, Kerja Sama Bisnis Indonesia dan Arab Saudi Makin Mulus

0

JAKARTA (Suara Karya): Kerja sama bisnis Indonesia dengan Arab Saudi setelah kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada 2017 lalu dirasakan makin mulus. Hal itu terlihat pada 3 sektor yang memiliki potensi untuk terus ditingkatkan seperti perdagangan, pariwisata dan investasi.

Hal itu diungkapkan Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council (IASBC), Muhamad Hasan Gaido dalam forum bisnis yang digelar bersama Saudi Arabia-Indonesia Business Council (SAIBC) di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Presiden SAIBC, Maher Al Nahdi dalam kesempatan itu membawa 22 pengusaha dan perwakilan pemerintah Arab Saudi untuk melakukan sinergi pengusaha Indonesia. Forum memaparkan peluang usaha yang bisa dilakukan pengusaha dari kedua negara.

“Jadi ini bukan sekadar pertemuan forum biasa. Tak hanya membahas peluang bisnis, lisensi, legal hukum dan peraturan investasi asing di dua negara, pengusaha bisa langsung transaksi yang bersifat business to business. Jadi, ini benar-benar kerja nyata,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Hasan Gaido, pemerintah Arab Saudi membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mengisi kebutuhan akan tenaga kerja profesional di negara gurun tersebut. Kebutuhan itu terutama pada bisnis yang terkait pariwisata.

“Arab Saudi saat tengah membangun banyak hotel. Ini bisa jadi peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi pariwisata Indonesia. Karena larangan pemerintah hanya untuk tenaga kerja non profesional. Kalau lulusan perguruan tinggi kan beda,” ucapnya.

Hasan menambahkan, Arab Saudi mendapat keuntungan dari Indonesia dalam bentuk jemaah umroh yang mencapai 1,3 juta per orang dan jemaah haji yang mencapai 220 ribu orang per tahun. Ibadah tersebut membuka peluang bisnis antar dua negara berupa katering, penginapan, transportasi, baju hingga oleh-oleh.

“Ini peluang bisnis bagi pengusaha Indonesia untuk memasok kebutuhan pangan jemaah Indonesia. Karena ada ketentuan yang mengatur soal konsumsi bagi jemaah umroh dan haji Indonesia. Karena itu produk Indonesia harus bisa masuk pasar Arab Saudi,” katanya.

Hasan kembali menegaskan, kerja sama ISABC dengan SAIBC dalam bentuk program bisnis forum merupakan satu langkah strategis guna menyongsong masa keemasan hubungan bisnis kedua negara.

Business Forum Saudi Arabia–Indonesia merupakan bagian dari rangkaian event perdagangan terbesar di Indonesia bertajuk Trader Expo Indonesia (TEI) 2019 yang akan dihelat pada 16-20 Oktober mendatang. Rencananya acara tersebut dibuka Presiden Joko Widodo.

“Dari laporan yang kami terima, ada 53 delegasi Kedutaan Indonesia di Riyadh dan 153 orang tamu Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah akan hadir ke TEI di Indonesia,” kata Hasan menandaskan. (Tri Wahyuni)