Fokus 4 Titik, Bangunan Rusak Gempa Cianjur Tembus 28 Ribu

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah saat ini fokus pada proses evakuasi, baik korban luka maupun meninggal.

“Selain perbaikan infrastruktur vital yang terputus akibat reruntuhan,” kata Muhadjir kepada media, di Jakarta, Rabu (23/11/22).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indonesia per 23 November 2022 menyebutkan 284 jiwa meninggal dunia dalam bencana gempa Cianjur, sementara 151 jiwa masih dalam pencarian.

“Mudah-mudahan masih ada yang bisa diselamatkan. Untuk infrastruktur vital sudah beberapa yang diselesaikan, terutama jalur nasional, kabupaten dan jembatan yang terputus. Semua sudah ditangani Kementerian PUPR,” tutur Muhadjir.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, saat ini terus dilakukan pencarian di 4 titik yang diperkirakan masih ada korban yang tertimbun, yaitu kampung Cugenang, Rawa Cina Desa Nagrak, Salakawung Desa Sarampat, dan Warung Sate Sinta.

Lokasi itu termasuk wilayah terdampak terberat, karena banyak bangunan runtuh.

“Sejauh ini tak ada kendala dalam proses pencarian korban, karena titik evakuasi masih bisa dijangkau. Karena titik evakuasi cukup luas, sehingga butuh waktu untuk proses pencariannya. Pencarian juga tidak memakai alat berat, khawatir akan terkena korban,” ujar Menko PMK.

Agar penanganan dampak gempa Cianjur lebih efektif, kegiatan tanggap bencana dengan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara simultan.

Menko PMK menyatakan, pemerintah terus melakukan pendataan rumah yang terdampak rusak ringan, sedang hingga berat. Dia memerintahkan pihak terkait melakukan pendataan secepat mungkin agar dapat dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Saya menginstruksikan jajaran BASARNAS, Pemda, BNPB dan lainnya untuk segera mendata jumlah rumah yang rusak. Agar di masa tanggap bencana yang berlangsung selama tiga minggu bisa masuk tahap rehab-rekon. Sehingga penderitaan korban tak terlalu lama,” katanya.

Adapun jumlah rumah rusak akibat gempa Cianjur saat ini sekitar 28.078 rumah. Angka itu masih tentatif berdasarkan data sementara BPBD.

“Data itu masih tentatif karena akan diverifikasi lebih dulu oleh Kementerian PUPR. Kalau sudah fix, baru ditangani dalam bentuk bantuan uang. Untuk rusak ringan Rp10 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak berat Rp50 juta. Semua proses akan diawasi sesuai prosedur,” katanya menandaskan. (Tri Wahyuni)