FSPPB Salurkan Ratusan Unit Alat Pelindung Diri ke RSUD Koja

0
(suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) salurkan ratusan alat pelindung diri (APD) dan 35 liter hand sanitizer ke RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis (16/4/2020). Bantuan ini diharapkan bisa mengoptimalkan kerja para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19, khususnya untuk perlindungan diri dari para tenaga medis terpapar dari virus mematikan tersebut.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan berupa 50 baju Hazmat, 2.950 pcs masker, dan 35 liter cairan hand sanitizer ke RSUD Koja,” kata Ketua FSPPB untuk UPMS 3, Aryo Wibowo, kepada wartawan, Kamis (16/4/2020) .

Dikatakan Aryo, sejak awal April, FSPPB seluruh Indonesia sudah bergerak menyalurkan bantuan ini, bahkan dibeberapa daerah di Sumatera kami membangun puluhan tempat cuci tangan portable di titik-titik keramaian, seperti pasar dan lainnya.

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan hasil dari mengumpulkan donasi para pekerja PT Pertamina yang kemudian disalurkan untuk membantu pemerintah melawan Covid-19.

“Mudah-mudahan apa yang kami sumbangkan ini, bisa membantu untuk penanganan Covid-19 dan kita sama-sama berdoa supaya kondisi ini cepat segera biasa dan kita bisa beraktivitas seperti biasa,” kata Aryo.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Umum dan Pemasaran RSUD Koja, Sirin mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan karyawan Pertamina kepada para tenaga medis yang menangani Covid-19.

“Bantuan ini sangat berarti untuk kami para pekerja rumah sakit dan tenaga medis,” kata Sirin

Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini RSUD Koja ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk perawatan Covid-19. Tentunya perlengkapan APD memang sangat dibutuhkan, karena memang rumah sakit memang kekurangan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini RSUD Koja sangat kesulitan untuk mendapatkan masker N95 yang diperuntukan untuk tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di area perawatan Covid-19. Dalam sehari, sedikitnya dibutuhkan 50 unit APD, dan saat ini jumlah itu dinyatakan masih belum terpenuhi. (Pramuji)