Gandeng Pemprov DKI, LLDikti Wilayah III Gelorakan Pendanaan ‘Matching Fund’

0

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga layanan pendidikan tinggi (LLDikti) Wilayah III menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggelorakan pendanaan ‘matching fund’. Dana yang digelontorkan Kemdikbudristek untuk program itu mencapai hampir Rp1 triliun.

“Penyaluran dana ‘matching fund’ ini menggunakan flatform digital bernama Kedaireka. Karena itu, kita dorong perguruan tinggi di DKI agar bisa bersaing mendapat pendanaan tersebut,” kata Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani, di Jakarta, Selasa (22/3/22).

Pernyataan tersebut disampaikan Paristiyanti dalam kegiatan ‘Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Matching Fund Kedaireka Tahun 2022’. Hadir sekitar 80 perguruan tinggi yang ada di ruang lingkup LLDikti Wilayah III.

Paristiyanti menjelaskan, ‘matching fund’ adalah pendanaan berbasis kemitraan untuk mengakselerasi konektivitas dan pengembangan iptek di kampus yang didukung bersama industri. Program itu merujuk pada kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

“Lewat ‘matching fund’ diharapkan lahir berbagai bentuk transformasi di dunia pendidikan tinggi,” ucapnya.

Ditambahkan, kebijakan MBKM menyasar pada peningkatan kualitas lulusan, dosen, kurikulum dan pembelajaran yang diukur melalui 8 Indikator Kinerja Utama (IKU). Kedelapan IKU tersebut, antara lain, lulusan dapat pekerjaan yang layak dan mahasiswa dapat pengalaman di luar kampus.

Selain itu, dosen juga bisa berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan mendapat rekognisi internasional, program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan program studi berstandar internasional.

Dana yang dialokasikan Kemdikbudristek untuk matching fund sebesar Rp950 miliar. Proses seleksi dilakukan melalui platform Kedaireka. Platform digital tersebut mempertemukan dosen, peneliti, dan pelaku industri untuk melahirkan gagasan inovatif dalam menjawab masalah yang terjadi di masyarakat.

Paristiyanti menyatakan, pihaknya berencana akan menjalin sinergi dengan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggelorakan MBKM dan pendanaan Matching Fund. Saat ini ada 297 PTS dan 5 PTN di lingkup kerja LLDikti Wilayah III di DKI Jakarta.

“Kami bersama segenap perguruan tinggi siap menjalankan roda transformasi dengan capaian 8 IKU. Selain membentuk pusat inovasi yang akan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan di masyarakat,” tuturnya.

Paris yakin kedua upaya itu akan meningkatkan produktivitas perguruan tinggi di DKI Jakarta, yaitu lewat konsorsium perguruan tinggi dan kolaborasi lintas sektor di bawah LLDikti Wilayah III.

Program ‘matching fund’ 2022 memiliki prioritas dalam bidang ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, penguatan pariwisata dan kemandirian kesehatan.

“Bersama Pempeov DKI Jakarta, kami akan memberi kesempatan bagi para dosen dan peneliti di lingkungan LLDikti Wilayah III agar menghasilkan karya yang solutif untuk pendanaan matching fund,” ujarnya.

Ia mencontohkan, penguatan sistem kesehatan masyarakat di DKI Jakarta di masa pandemi, membuat berbagai prototipe peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan limbah, pembuatan aplikasi untuk kampus yang menjadi pusat AI (artificial intelegence), hingga pengembangan pusat riset terapan.

Khusus perguruan tinggi vokasi, Paris menyebut, matching fund untuk metode pembelajaran mahasiswa yang terlibat langsung dengan DUDI, dimana mahasiswa mendapat pengalaman ‘project-based learning’. Hal itu sekaligus mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (Tri Wahyuni)