Gandeng Unicorn ‘Kakap’, Kemdikbud Luncurkan Program Bangkit!

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan Program Bangkit 2021 guna meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi. Program tersebut melibatkan unicorn kelas ‘kakap’ seperti Google, Gojek, Tokopedia dan Traveloka.

“Salah satu target dari Program Bangkit adalah pengembangan teknologi AI (Artificial Intelligence). Karena para ahli memprediksikan teknologi AI berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 366 miliar dolar dalam 10 tahun kedepan,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Nizam saat membuka Program Bangkit 2021, Senin (15/2/21).

Nizam menjelaskan, program Bangkit 2021 diikuti sekitat 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program akan berlangsung selama 18 minggu (Februari-Mei) dan digelar secara daring (online). Program akan dikelola bersama 15 universitas mitra.

“Ada sekitar 28.000 mahasiswa dari 500 perguruan tinggi se-Indonesia yang mendaftar. Dari jumlah itu, terpilih 3.000 mahasiswa setelah proses seleksi yang ketat,” ujarnya.

Program Bangkit ternyata juga menarik perhatian kaum perempuan. Tercatat ada 30 persen mahasiswi yang mendaftar. Program tersebut juga diikuti sekitar 28 persen mahasiswa dengan latar belakang non IT.

Dirjen Dikti menyebut pembelajaran mencakup kurikulum machine learning, selain pemrograman dengan pengembangan Android dan dasar-dasar Cloud dengan fokus pada Google Cloud Platform.

Di setiap pembelajaran, peserta juga belajar keterampilan penting yang berguna untuk karirnya di masa depan, seperti design thinking, kepemimpinan, komunikasi, entrepreneurship dan keterampilan presentasi.

Program Bangkit juga bekerja sama Universitas Stanford melalui program University Innovation Fellow. Kampus tersebut menawarkan kesempatan magang di Stanford University bagi peserta program Bangkit.

“Saya berharap Program Bangkit dapat melahirkan talenta di bidang teknologi yang membawa akselerasi ekonomi digital di Indonesia,” kata Nizam menegaskan.

Ditambahkan, mahasiswa akan didampingi coach atau mentor dari industri dan perguruan tinggi. Di akhir semester, akan dipilih 15 tim untuk pengembangan lebih lanjut. Proyeknya akan didanai dari hibah inkubasi dan dukungan dari perguruan tinggi mitra Bangkit.

Peserta yang berhasil menyelesaikan program akan mendapat nilai hingga 20 SKS (satuan kredit semester) dari perguruan tinggi (tergantung persetujuan universitas peserta). Selain itu, peserta akan diundang ke virtual career fair, di mana mereka akan dapat peluang kerja eksklusif di perusahaan terkemuka di Indonesia. (Tri Wahyuni)