Gantikan Arief Rachman, Itje Chodijah Dilantik jadi Ketua KNIU

0

JAKARTA (Suara Karya): Setelah 19 tahun menjalankan tugas sebagai Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU), Arief Rachman menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Itje Chodidjah.

Pelantikan tersebut dilakukan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Suharti secara luring terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat di Jakarta, Kamis (7/10/21).

Suharti dalam sambutannya meminta kepada Ketua Harian KNIU yang baru untuk mengambil manfaat dari Unesco sebaik-baiknya. “Kita ingin Indonesia tak hanya dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, tetapi juga seni budaya dan kualitas pendidikannya.”

Pemerintah Indonesia, lanjut Suharti, juga ingin belajar dari negara lain terkait pembangunan manusianya. Serta memastikan program yang dikembangkan terus dapat berjalan dengan baik.

Arief Rachman dalam sambutannya mengungkapkan berbagai penghargaan bidang pendidikan dari Unesco yang membuktikan profil pendidikan di Indonesia di mata dunia. Pada 2015 dan 2018, Indonesia mendapat Unesco Japan Prize on Education for Sustainable Development dari Jepang.

Penghargaan atau pengakuan lainnya dari Unesco di bidang ilmu pengetahuan pada 2019 adalah ditetapkannya dua cagar biosfer baru di Indonesia yaitu Cagar Biosfer Tojo Una-Una di Provinsi Sulawesi Tengah dan Cagar Biosfer Saleh-Moyo-Tambora di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memelihara keanekaragaman hayati yang bermanfaat untuk dunia,” tutur Arief.

Sebagai Ketua Harian KNIU yang baru, Itje menyampaikan kesiapannya untuk menerima estafet kepemimpinan dari Arief Rachman. “Penghargaan yang diraih Indonesia dari Unesco selama ini harus kita pertahankan. Karena itu, saya siap bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan pengampu program Unesco untuk kebaikan Indonesia di dunia,” ucapnya.

Komisi Nasional Indonesia Untuk Unesco adalah lembaga yang didirikan atas mandat dari konstitusi, dimana setiap negara wajib membentuk sebuah komisi nasional. Tugas dan fungsi KNIU Kemdikbudristek adalah menjembatani program Unesco dan program pemerintah Indonesia agar tercipta kemajuan di sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya serta komunikasi dan informasi.

Penguatan koordinasi dan kolaborasi program Unesco terdiri atas 4 pilar, yaitu pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan serta komunikasi dan informasi. (Tri Wahyuni)