Garudafood Bagikan Kiat Bisnis Berkelanjutan ke Milenial

0

JAKARTA (Suara Karya): Tak banyak perusahaan mau buka-bukan soal rahasia dapurnya. Tapi tidak dengan GarudaFood. Perusahaan makanan dan minuman itu justru berbagi kiat bisnis agar tetap berkelanjutan ke generasi milenial.

“Kunci membangun bisnis yang berkelanjutan adalah kita harus jeli dalam melihat peluang,” kata Senior General Manager Strategic Marketing GarudaFood, Asisia Niken dalam seminar bertajuk “Civil Entrepreneurship” di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (3/10).

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Departemen Teknik Sipil UI, Jachrizal Sumabrata.

Asisia lalu mengajak peserta, yang sebagian besar mahasiswa untuk menggali insight dari produk terbaru Garudafood yakni ‘Chocolatos Chocolate Coffee’. Produk tersebut memadukan unsur coklat berkualitas tinggi dengan kopi yang dikemas dalam bentuk sachet.

Lewat produk itu, Asisia kembali mengajak peserta untuk jeli melihat peluang, pergeseran ‘trend’ serta gaya hidup konsumen. Sehingga muncul semangat berinovasi untuk melahirkan produk-produk inovatif yang memberi nilai lebih (added value) lebih bagi masyarakat.

“Semangat untuk terus berinovasi merupakan nyawa dari bisnis apapun bentuknya, agar bisa bertahan,” ucap Asisia menegaskan.

Semangat berinovasi itu juga, lanjut Asisia, memiliki arti yang lebih luas. Bagaimana memacu diri untuk terus-menerus belajar memahami tren saat ini dan prediksi tren di masa depan.

“Kita harus berani melakukan perubahan agar tak tergilas oleh zaman,” kata Asisia.

Ditambahkan, semangat ini juga harus ditanamkan pada setiap karyawan, tak hanya di jajaran manajemen. Sehingga banyak bermunculan ide-ide baru, yang bisa lahir dari manapun dan oleh siapapun.

“Jika perlu buat kotak ide, lalu taruh di tengah kantor. Setiap orang bisa memberi ide produk baru, yang bisa jadi pertimbangan bagi manajemen untuk merealisasikan ide tersebut,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Asisia, generasi muda saat ini akrab dengan teknologi yang terus menerus mengalami perubahan. Secara tidak langsung, hal itu juga mendorong terjadinya pergeseran gaya hidup, sudut pandang serta pola pikir mahasiswa.

“Pada akhirnya, semua itu akan menimbulkan kebutuhan dan tantangan baru lainnya,” ucapnya.

Menurut Asisia, menjamurnya perusahaan ‘start-up’ merupakan bukti nyata bahwa generasi milenial merupakan generasi yang kritis, kreatif dan mampu menerapkan konsep ide mereka menjadi sebuah peluang usaha.

Namun di sisi lain, Asisia menambahkan, mahasiswa masih memiliki pekerjaan rumah besar bagaimana meningkatkan ketahanan dan daya juang.

“Yang terpenting mahasiswa harus semangat untuk terus belajar dan berinovasi,” kata Asisia menandaskan. (Tri Wahyuni)