Garudafood Beri Edukasi Keamanan Pangan Lewat Dongeng

0

JAKARTA (Suara Karya): Garudafood menggagas kegiatan unik yang memberi edukasi keamanan pangan di kalangan siswa sekolah dasar (SD). Informasi keamanan pangan yang biasanya terdengar rumit dapat disajikan secara sederhana melalui dongeng.

“Lewat dongeng, diharapkan anak bisa lebih memahami informasi seputar keamanan pangan, lalu menyampaikan kembali informasi itu ke keluarga,” kata Marketing Manager PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Johanes Bayu Kristianto di depan ratusan siswa SD Negeri Pesanggrahan 04 Pagi di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Kegiatan bertajuk ‘Gery Saluut Malkist Mendongeng’ itu merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Sahabat Inspirasiku Garudafood Sehati. Kegiatan terselenggara berkat kolaborasi dengan Kampung Dongeng Indonesia.

“Edukasi keamanan pangan lewat dongeng ini telah kami lakukan sejak Februari 2019 di 10 sekolah dasar di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Tangerang dan Depok. Siswa yang terlibat dalam kegiatan itu mencapai lebih dari 5 ribu orang.

“Selain dongeng, kami juga menggelar senam ceria dan fun games yang disukai anak-anak. Hal itu terlihat dari antusias anak dalam mengikuti acara, sejak dibuka hingga akhir acara,” tuturnya.

Lewat beragam kegiatan, lanjut Johanes, siswa diajak untuk menjadi konsumen cerdas dengan cara membei pangan yang aman, belajar membaca label produk hingga menjaga kebersihan individu. Informasi diharapkan tak berhenti sampai siswa, tetapi juga kalangan guru dan keluarganya.

Ditambahkan, keamanan pangan (food safety) menjadi isu penting saat ini. Hal itu terlihat dari makin banyaknya masyarakat memilih pangan yang tidak saja berkualitas, tetapi juga hiegienis dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.

“Undang-Undang Pangan No 18 Tahun 2012 tentang keamanan pangan menekankan pentingnya edukasi yang dapat mencegah cemaran biologis dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan,” ucapnya.

Johanes menyebut 5 hal yang perlu diperhatikan terkait keamanan pangan. Yaitu, hindari sentuhan tangan yang dapat menyebabkan pencemaran makanan. Mikroorganisme yang melekat di tangan akan berpindah ke makanan, lalu berkembang biak sehingga menimbulkan pencemaran dalam makanan.

Untuk menghindari pencemaran, lanjut Johanes, bahan makanan harus disimpan di tempat yang tertutup dan terbungkus dengan baik. Makanan juga bisa disimpan di lemari es agar tak mudah rusak.

“Makanan dikonsumsi dalam kondisi masih hangat. Karena jika makanan dibiarkan dalam ruang menjadi dingin, sebaiknya tidak dikonsumsi. Karena mikroorganisme telah berkembang biak dengan cepat,” ujarnya.

Johanes mengingatkan para orangtua untuk tidak menyimpan makanan dalam jangka waktu terlalu lama. Jarak waktu penyimpanan makanan sebaiknya 3-4 jam dalam suhu ruang. Karena setelah waktu itu, bakteri sudah berkembang biak. (Tri Wahyuni)